Brilio.net - Triana Rahmawati merupakan salah satu penerima Beasiswa Aktivis Nusantara (Bakti Nusa) angkatan 4 yang disponsori oleh Dompet Dhuafa. Beasiswa ini dikhususkan kepada mereka yang memenuhi kriteria sebagai aktivis dari 7 universitas negeri di Indonesia.

Berawal dari pemasukan per bulan yang didapatkannya dari beasiswa yang dirasakan mubazir jika hanya untuk konsumsi pribadi, Triana Rahmawati berpikir untuk memanfaatkan uang tersebut untuk hal yang lebih luas. Hal yang terpikirkan oleh Triana dan beberapa rekannya waktu itu adalah membuka usaha. Mahasiswi Sosiologi Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta ini memilih laundry sebagai bisnis yang akan dijalankannya.

Dipilihnya usaha ini dilatarbelakangi oleh banyaknya perlengkapan shalat seperti mukena, sajadah, dan sarung di mushala serta masjid sekitar kampus yang jarang dicuci. Maka dengan ide membuka bisnis yang dinamai Lova Laundry itu, dara kelahiran 15 Juli 1992 ini akan bisa menangani problem tersebut dengan memberi fasilitas cuci gratis.

"Jadi kita buka untuk umum iya, tapi kalau untuk perlengkapan shalat kita kasih gratis," terangnya pada brilio.net, Jumat (14/8). Selain itu, kentungan dari Lova Laundry ini didermakan untuk program-program Griya Schizofrenia yang merawat masyarakat yang memiliki gangguan mental.

Usaha lain yang dia bangun adalah penyediaan gift untuk berbagai keperluan seperti wisuda, kenang-kenangan pembicara, dll berupa piring, mug, talenan, dll yang bisa digambari wajah sesuai pesanan. Ide bisnis ini berasal dari pantauan Triana tentang hadiah-hadiah wisuda yang ternyata harganya terlalu mahal, sedangkan yang murah barangnya tak memuaskan. Maka mereka mencoba membuat gift dengan harga yang tengah-tengah, dimulai dari Rp 25.000.

Loading...

"Usaha ini sudah dimulai dari Mei 2015. Keuntungannya seratus persen kita sumbangkan untuk pengadaan buku-buku dan pendirian perpustakaan di daerah perbatasan. Kemarin yang sudah berdiri ada di Polewali Mandar, karena di sana sudah ada yang minta dan minat bacanya masih sangat rendah," tutur perempuan yang pernah menjadi Menteri Luar Negeri BEM FISIP UNS ini.

Luar biasa ya guys!