Brilio.net - Salah satu masalah terbesar yang mungkin dihadapi seseorang ketika tinggal di daerah pelosok pedesaan yaitu koneksi internet yang super lambat. Padahal, di era modern seperti saat ini, internet sudah menjadi kebutuhan primer, seperti halnya sandang, pangan, dan papan.

Namun persoalan tersebut sepertinya justru menginspirasi seorang petani untuk menciptakan alat penangkap sinyal internet berkekuatan super. Sudah jengah dengan koneksi lemot selama bertahun-tahun, Richard Guy (60) malah sukses membuat menara penangkap sinyal internet berkecepatan 45-69Mbps.

Pria asal Inggris ini sebenarnya sudah sejak lama berlangganan internet pada sebuah provider terkemuka di desanya yang bernama BT. Sayangnya, kecepatan koneksi internet yang disediakan BT sebatas 1Mbps. Bahkan, menurut Guy, kecepatan internet ponselnya lebih cepat ketimbang sinyal BT.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, ayah dari dua anak ini kemudian membangun sebuah menara penangkap sinyal 4G. "Ini masalah besar bagi orang-orang di daerah pedesaan. Jadi saya memutuskan untuk mengatasinya sendiri. Sebelumnya, kami hanya memiliki kecepatan 1 Mbps [megabit per detik], yang berarti segala sesuatunya sangat lambat. Sekarang internet kami berjalan pada 69 Mbps," ujar Guy yang dilansir brilio.net dari Dailymail, Selasa (18/8).

Menara penangkap sinyal 4G yang ciptakan Guy terbilang sangat sederhana. Dalam menara tersebut terdapat baterai untuk menyimpan energi 12V, panel solar dua buah, dan adaptor 4G. Masing-masing komponen tersebut ditempatkan pada sebuah kotak tahan air.

Loading...

Jengah internet lemot, pria ini ciptakan koneksi berkecepatan 69 Mbps

Pria yang pernah bekerja di bidang IT sejak 1980 itu awalnya sempat mendapatkan cibiran dari teknisi fiber optik. Ide brilian Guy dianggap gila dan tidak masuk akal. "Ketika saya berbicara dengan teknisi fiber optik, mereka mengatakan 'Apa yang akan Anda lakukan? Menempatkan kotak pada tiang, apa Anda sudah gila?" kata Guy menirukan ucapan orang tersebut.

Jengah internet lemot, pria ini ciptakan koneksi berkecepatan 69 Mbps

Berkat inovasi tersebut, Guy kemudian mendirikan sebuah perusahaan bernama Agri-Broadband, penyedia layanan internet super cepat untuk daerah paling pelosok di Inggris. "Saya suka melihat ekspresi wajah seseorang yang senang ketika melihat koneksi internet yang sangat cepat meski di daerah antah berantah," kata dia.