Brilio.net - Jenderal Sarwo Edhie Wibowo yang lahir di Kampung Pangen Juru Tengah, Purworejo, 25 Juli 1927 dari pasangan priyayi pegawai kantor pegadaian Purworejo atau braider, yakni R.Kartowilogo dan RA.Sutini. Trah keturunan dari pejuang menjadikannya punyai prinsip tangguh,idealis dan jujur.

Pegiat tokoh sejarah dari Purworejo, Ilhan Erda mengatakan jika Sarwo Edhie adalah keturunan dari Prabu Brotokusumo dari Banyuurip. Sementara dari pihak ibu ia menyambung ke Pangeran Haryo Blitar dan Sri Sultan Hamengkubuwono.

Namanya mulai tenar saat menjadi Komandan RPKAD atau Kopassus yang berhasil menghancurkan PKI di Indonesia. Ia juga kawan karib dari Jenderal Ahmad Yani, sesama perwira kelahiran Purworejo.

Kesederhanaan jenderal ditunjukkan dengan memegang falsafah Jawa “Bungah, susah, loro, kepenak, sing nggowo lan sing nggawe ingsun dewe” (Gembira, sulit, sakit ataupun  enaknya hidup yang membuat dan yang menciptakan adalah diri kita sendiri).

Di masa sehat dan menjabat sebagai perwira, Sarwo Edhie senantiasa berkunjung ke kampung halamannya dan sowan juga ke ulama kondang Purworejo. “Yang menjadi sahabat sekaligus guru yakni Rama Kyai Jambul di Brenggong,Purworejo,” papar Erda

Loading...

Kepergian untuk selama-lamanya pada 9 November 1989 pada usia 64 tahun meninggalkan duka mendalam bagi rakyat Purworejo. Untuk menghormatinya jasanya, namanya diabadikan sebagai nama Gedung Kesenian Purworejo, yang berjarak tak jauh dari makamnya yang terletak di Jalan Sibak, Ngupasan, Purworejo.