Brilio.net - Di era yang makin menjamurnya obat-obatan kimia, ternyata usaha jamu masih bisa bertahan di Jogja. Bahkan usaha yang telah turun temurun hingga beberapa generasi tersebut tidak pernah sepi pengunjung.

Salah satu warung yang masih eksis hingga kini adalah Warung Jampi Asli Kerkop Jamu Cekok yang berada di Jalan Brigjen Katamso, Yogyakarta. Usia warung ini tidak tanggung-tanggung, yakni 140 tahun. Usia yang sudah sangat tua sejak pertama dibuka tahun 1875.

Usaha tersebut diawali oleh almarhum Kerto Wiryojoyo yang mendirikan warung tersebut di depan makam Belanda atau yang biasa disebut Kerkoff. Makanya, tidak heran hingga saat ini masyarakat mengenalnya dengan jamu "kerkop". Saat ini warung jamu tersebut telah menginjak ke generasi ke lima yang dipimpin oleh Zailali (80) dengan beberapa karyawannya.

Jamu cekok nan melegenda, masih eksis di usianya 140 tahun

Jamu cekok Kerkop sendiri sebenarnya dibuat dari bahan-bahan empon-empon. Tanaman berkategori ini contohnya adalah jahe, kencur, temulawak, puyang, temu ireng, temu giring dan kunir. "Bahan tersebut kami olah menjadi jamu cekok untuk membantu menyembuhkan penyakit anak seperti batuk, demam, susah makan dan lain-lainnya," ujar Asih, salah satu karyawan di warung tersebut.

Lalu mengapa dinamakan cekok? Dinamakan jamu cekok karena warung menjadi tujuan ibu-ibu muda yang membawa anak-anaknya untuk dicekok dengan jamu. Cekok sendiri merupakan istilah yang dalam bahasa Jawa merujuk pada cara pemberian jamu dengan mengucurkan langsung ke dalam mulut.

Selama dicekok dan sesaat setelah itu biasanya anak balita akan menangis. Saat karyawan memberikan jamu ke mulut anak balita, tangan anak itu akan dipegangi orangtuanya supaya tidak berontak.

Selain dipercaya mengembalikan nafsu makan anak, jamu cekok juga bisa mengobati cacingan, batuk, sawan, pilek, dan demam. "Kalau saya ke sini biar anak saya bisa lepas dari ASI, soalnya udah 4 tahun maunya masih netek aja," kata Nani, salah seorang pengunjung yang membawa anak lelakinya.

Selain jamu cekok untuk anak balita, warung jamu lawasan itu juga menyediakan menu-menu jamu untuk dewasa seperti galian pria, galian wanita, pegel linu, watukan, cabai puyang, kunir asem, pahitan, dan sebagainya. Satu gelasnya hanya Rp 3.000 saja. Tidak heran dengan harga semurah itu, warung jamu ini tetap diserbu pelanggan.