Brilio.net - Setiap orang mungkin memiliki masa lalu yang menjadi titik balik dalam hidupnya. Pengalaman yang dirasa tak cukup baik untuk dilakukan, kemudian menjadi pelajaran dalam hidup.

Perjalanan mengubah diri menjadi pribadi yang lebih baik. Karena tak ada kata terlambat untuk berubah asalkan ada kemauan. Terkadang, setelah kehilangan barulah kita sadar dengan dampak segala tindakan yang kita lakukan.

Melalui sambungan bebas pulsa brilio.net 0-800-1-555-999, Minggu (22/11) Randi (30), menyampaikan sekelumit kisah dalam hidupnya. Kerasnya hidup membuat anak keempat dari tujuh bersaudara ini harus menerima kenyataan karena tak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi karena keadaan ekonomi keluarga yang apa adanya.

Kedua orangtuanya bekerja sebagai petani. Bahkan saudaranya yang lain pun ada yang hanya bisa bersekolah sampai ke jenjang Sekolah Dasar (SD). Randi pada akhirnya mulai terlibat dalam pergaulan yang negatif.

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

Semenjak lulus Sekolah Menengah Atas di tahun 2004, ia mulai menenggak minuman keras bersama teman-temannya yang juga pengangguran. Tak hanya itu, sejak tahun 2008 Randi juga mulai merambah dengan mengonsumsi narkoba. Uang ia dapatkan dari hasil berjudi atau kerja serabutan. Sebagian temannya malah ada yang sampai merampok. Menurut penuturannya memang banyak warga sekitar tempat tinggalnya ataupun saudara jauh yang juga mengonsumsi narkoba.

Kegiatan negatif itu terus saja berlangsung, sampai akhirnya ada momen mimpi yang membuatnya tersadar. "Abang saya datang dan berpesan kepada saya agar tak mengikuti jejaknya," tutur salah satu pegawai pengeboran minyak bumi di Palembang menceritakan perihal mimpinya.

Mimpi itu datang selang 7 hari setelah meninggalnya sang kakak akibat kecanduan obat terlarang. Randi tak tahu pasti sejak kapan, yang ia tahu sikap kakaknya itu mulai berubah sejak tahun 2013. Hingga akhirnya tutup usia di awal tahun 2014. Karena kejadian itulah Randi kemudian berhenti mengonsumsi alkohol ataupun narkoba hingga sekarang. Ia tak lagi tertarik meskipun teman-temannya coba menawarkan.

Sampai sekarang, Randi masih teringat dengan almarhum kakaknya ketika melihat orang yang mengonsumsi barang terlarang tersebut. Bahkan, ia selalu meneteskan air mata tanpa sadar ketika mendengar ada kerabat atau orang terdekatnya yang juga sudah insyaf dari narkoba.

Hal lain yang Randi syukuri adalah kini ia tak lagi dijauhi oleh teman lainnya. Seperti yang dulu dialaminya ketika masih mengonsumsi alkohol dan narkoba.

Cerita ini disampaikan oleh Randi melalui telepon bebas pulsa Brilio.net di nomor 0-800-1-555-999. Semua orang punya cerita. Ya, siapapun termasuk kamu punya kisah tersembunyi baik cerita sukses, lucu, sedih, inspiratif, misteri, petualangan menyaksikan keindahan alam, ketidakberuntungan, atau perjuangan hidup yang selama ini hanya kamu simpan sendiri. Kamu tentu juga punya cerita menarik untuk dibagikan kepada kami. Telepon kami, bagikan ceritamu.

(brl/swh)