Brilio.net - Siapa tidak kenal KH Mustofa Bisri. Kyai kharismatik ini tidak hanya berdakwah melalui ceramah, namun juga melalui karya seni dan tweet hikmahnya. Setiap Jumat pagi, kyai yang biasa disapa Gus Mus ini selalu ngetweet dengan hashtag  #TweetJum'at.

Gus Mus mengakui bahwa media sosial mempunyai pengaruh besar dalam membentuk perilaku masyarakat seperti mencintai dan membenci seseorang. "Salah satu 'keajaiban' medsos: melaluinya, orang bisa mencintai atau membenci orang lain tanpa bertemu muka dan berkenalan sekali pun," kicau Gus Mus, beberapa waktu lalu.

Hashtag ini selalu menjadi favorit netizen untuk diretweet kembali dan di-mention ke netizen lain. Hari ini, Jumat (1/4) misalnya, tidak sampai satu jam setelah #TweetJum'at diluncurkan, sudah 489 retweet yang dilakukan netizen. Khutbah ringan ala #TweetJum'at ini rupanya efektif memberi nasihat kepada para netizen.

Seperti beberapa tweet di bawah ini:

#TweetJum'at: Jangan kita membenci orang yang tidak kita kenal hanya karena mengikut kawan. Siapa tahu kawan itu yang bermasalah. (1/4)

Loading...

#TweetJum'at: Jagalah kesehatan batin dg bnyk bersyukur dan membersihkan hati dari kekotoran2 sprti bangga diri, iri, dengki, benci, dlsb.(25/3)

#TweetJum'at: Beramal baik mulai dari KADANG-KADANG, mari kita usahakan menjadi SERING, kemudian kita tingkatkan menjadi SELALU (18/3)

#TweetJum'at: Orang yang selalu mengingat kebesaran Tuhan, tidak akan pernah membesarkan dirinya.(11/3)

#TweetJum'at: MENINGGALKAN PERBUATAN yang tidak baik adalah KEBAIKAN yang tidak memerlukan tenaga.(4/3)

#TweetJum'at: Merendahkan orang lain tidak membuat kita luhur; malah justru menistakan diri sendiri.(19/2)

#TweetJum'at: Kita prlu trus wspda; jngn smpai KSOMBONGAN, KDENGKIAN & KBENCIAN trhdp mnusia yg dicontohkn Iblis jstru mrasuki hati kita.(12/2)

#TweetJum'at: Stiap org mmiliki kelebihan & kkurangan. Kita bisa dan lbh baik mngambil manfaat dari klebihan org drpd sibuk dg kkurangannya.(29/1)