Brilio.net - Saat ini pesta ulang tahun pasti erat kaitannya dengan kue ulang tahun yang dihiasi lilin serta acara tiup lilin. Kurang afdol rasanya jika kita mengadakan perayaan ulang tahun tanpa ritual tiup lilin ini. Namun tahukah kamu sebenarnya dari mana kebiasaan ini berasal?

Dilansir dari proflowers.com Kamis (28/5), sejarah pertama kali lilin diletakkan pada kue dimulai pada zaman Yunani kuno. Orang-orang pada zaman Yunani kuno membuat sebuah kue berbentuk bulat untuk menghormati Artemis yang merupakan Dewi Bulan. Sementara nyala lilin pada kue dijadikan sebagai simbol cahaya bulan dan untuk asap dari nyala lilin sendiri diartikan sebagai doa dan harapan mereka yang akan sampai pada Tuhan di langit.

Ada pula yang berpendapat bahwa tradisi tiup lilin berasal dari Jerman, di mana lilin diletakkan pada kue sebagai simbol dari cahaya kehidupan. Dan saat ini mayoritas budaya barat merayakan ulang tahun dengan suguhan kue ulang tahun yang diberi lilin sambil menyanyikan lagu ulang tahun.

Dan banyak yang percaya bahwa sebelum meniup lilin, seseorang haruslah terlebih dahulu memanjatkan doa dalam hati sebelum kemudian meniup lilin dalam satu hela napas. Doa atau permintaan itu juga tidak boleh diberitahukan pada orang lain jika ingin terkabul.

Tapi yah itulah kisah tentang lilin pada perayaan ulang tahun. Percaya atau tidak, itu dikembalikan pada individu masing-masing. Selamat ulang tahun untuk yang sedang merayakan!

(brl/swh)