Brilio.net - Apa yang dilakukan Heru Sutiyono (45) sungguh mulia. Salah satu anggota Satpol PP Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, berusaha merehabilitasi orang gila agar sembuh di Yayasan Jalma Sehat yang ia dirikan sendiri bersama istrinya.

Yayasan yang terletak di Desa Bulung Kulon, Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus, itu kini menampung 34 orang gila dari total 86 orang gila yang pernah direhabilitasi di sini. Kebanyakan mereka telah sembuh dan pulang kembali ke daerah asalnya.

Heru mengungkapkan bahwa orang gila yang ia tangani minimal rata-rata membutuhkan waktu 6 bulan. "Untuk sembuh setiap pasien harus melalui 3 fase penanganan, mulai dari karantina, rehabilitasi, hingga fase pelatihan," terang Heru kepada brilio.net, Selasa (16/6).

Fase karantina diperuntukkan bagi orang gila yang baru masuk di Yayasan Jalma Sehat. Mereka yang kadang dalam keadaan diborgol maupun dirantai diberi perlakuan awal seperti dirawat, dicukur, dan dimandikan hingga terlihat bersih.

Setiap harinya mereka juga diberi obat yang sesuai dengan resep dokter jiwa yang didatangkan Heru. Setelah mereka bisa diajak berinteraksi, mereka akan dipindah ke ruangan rehabilitasi yang lebih terbuka. Pada fase rehabilitasi itu mereka biasanya bertingkah seperti anak-anak sehingga harus diajari berbagai hal satu per satu meskipun itu hal kecil.

Loading...

Setelah melalui perawatan dan mereka semakin membaik, biasanya mereka meminta kepada Heru untuk diberi aktivitas. Orang gila yang sudah memasuki fase 3 akan diberi aktivitas seperti menggembala kambing, menjemur padi, menggiling padi, membuat tas dan kerajinan hingga mencuci (laundry) pakaian.

Setelah dianggap cukup sembuh, mereka akan ditanyai identitas pribadinya. Saat itulah mereka akan dipulangkan kembali ke daerah masing-masing. "Kalau sudah minta pulang saya beri uang saku dan saya titipkan bus arah daerahnya," terang Heru yang mengurusi Yayasan Jalma Sehat dibantu istri dan lima pegawai.

Selain orang gila yang ia ambil dari jalanan, ada juga orang gila yang merupakan titipan keluarga. Meskipun titipan keluarga, ia pun sama sekali tak menuntut biaya dari keluarga orang gila itu.