Brilio.net - Indonesia ternyata mampu membuat langkah besar dengan membangun pabrik mesin sandi sendiri. Mesin ini menghasilkan produk anti sadap guna meningkatkan sistem pertahanan nasional di era persaingan global.

"Kita patut bangga pada putra Indonesia yang mampu membangun pabrik mesin sandi sendiri," kata Direktur Utama PT Indoguard Cipta Kreasi, Agung Setia Bakti, pada peresmian pabrik mesin sandi di kawasan industri Taman Tekno di Tangerang Selatan, Banten, Senin (21/12).

Pada kesempatan tersebut, Agung Setia Bakti dan jajarannya mendemonstrasikan produk-produk anti sadap berteknologi enkripsi, seperti SMA guard, voice guard, Chat guard, TiO guard, VPN guard, Signal guard, dan email guard.

Produk-produk anti sadap tersebut, fungsinya mulai dari memproteksi pembicaraan telepon, sms, chat, pembicaraan radio, pengiriman data, hingga pelacak posisi pengguna telepon seluler.

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

"Produksi anti sadap yang costumize ini mudah dipasang di smartphone maupun laptop," terangnya.

Menurut Agung, produk-produk anti sadap produksi PT ICK ini merupakan karya putra bangsa Indonesia guna mendukung peningkatan sistem pertahanan nasional dari kemungkinan bobolnya informasi rahasia.

"Selama ini lembaga negara dan intelijen nasional masih menggunakan peralatan IT produk asing, yang informasinya masih mungkin dibobol oleh asing," terangnya.

Dengan menggunakan produk anti-sadap produksi dalam negeri, Agung meyakini, sistem pertahanan nasional dapat lebih ditingkatkan dan dilindungi. Dia berharap, Indonesia ke depan banyak menerbitkan kebijakan yang membantu pengembangan industri pertahanan di dalam negeri, terutama industri semi-konduktor dan pendukung lainnya.

"Tangguhnya pertahanan dalam negeri menjadi salah satu kunci kedaulatan bangsa," ujarnya dikutip Antara.

Sebelumnya, PT ICK mengikuti pameran industri pertahanan internasional, yakni IMPACT Exhibition Center (IEC) di Bangkok, Thailand, pada 2-5 November 2015.

Agung menjelaskan pameran di Bangkok, merupakan kesempatan kedua bagi PT ICK mewakili paviliun Indonesia di ajang pameran pertahanan internasional. Tahun 2014, teknologi antisadap PT ICK juga ikut dipamerkan Kemenhan pada ajang Defence Service Asia, Kuala Lumpur, Malaysia.

(brl/fen)