Brilio.net - Jogja itu mistis! Mungkin sebagian dari kamu yang tinggal di Jogja, atau pernah datang ke kota ini untuk berkuliah atau hanya untuk berlibur, setuju dengan padangan tersebut.

Banyak mitos-mitos di Jogja, dari mulai kerajaan gaib dan pasar malam setan di lereng Gunung Merapi, bangunan-bangunan tua yang sering terjadi penampakan hantu, sampai cerita tentang Nyi Roro Kidul, penguasa Pantai Selatan.

Salah satu cerita mistis yang beredar di kalangan warga Jogja adalah mitos mengenai suara drum band misterius yang selalu terdengar setiap tengah malam. Suara drum band misterius ini sering disebut drum band setan karena suaranya yang selalu terdengar namun tak pernah terlihat wujud para pemainnya.

Anehnya, suara drum band yang iramanya selalu sama ini bisa terdengar di seantero Jogja. Setiap malam, di hari-hari tertentu, orang-orang 'beruntung' bisa mendengarkan suara drum band misterius itu.

Menurut cerita, orang yang tinggal di wilayah barat Jogja, seringnya mendengar suara tersebut berasal dari timur. Sebaliknya orang yang tinggal di selatan, sering mendengar suara-suara itu datangnya dari utara, begitu juga sebaliknya.

Ada berbagai cerita yang berkembang di kalangan warga Jogja. Beberapa orang ada yang percaya kalau tiba-tiba mendengar suara drum band artinya pasukan Nyi Roro Kidul sedang melakukan kirab dari laut selatan menuju Gunung Merapi.

Sebagian yang lain percaya bahwa suara itu adalah suara genderang pasukan pengawal wilayah Ngayogyakarta yang kasat mata yang sedang berpatroli keliling Jogja.

Orang Jogja dulu bahkan diharuskan untuk tidur di lantai atau di depan pintu ketika mendengar suara tabuhan genderang itu. Dan bagi pendatang, jika kebetulan mendengar suara drum band ini, dipastikan tidak akan pernah bisa berpaling hatinya dari kota Jogja. Bahkan ingin segera tinggal dan tidak akan pernah pergi dari kota ini.

Tapi ada juga warga yang percaya jika suara tabuhan genderang itu berasal dari area sekitar Bandara Adi Sucipto, yang memang terdapat sebuah makam. Menurut mereka, suara drum band itu dimainkan oleh sesepuh angkatan yang gugur pada zaman penjajahan dulu.

Suara genderang tanpa pernah diketahui secara pasti dimana sumbernya dan siapa pemainnya masih jadi mesteri bahkan sampai sekarang. Kamu pernah mendengarnya?