Brilio.net - Jika disuruh memilih antara spidol atau kapur, kamu pilih yang mana? Kebanyakan dari kamu pasti memilih spidol, karena dianggap lebih aman. Saat ini penggunaan kapur memang telah tersisihkan dengan keberadaan spidol. Jika dulu hampir seluruh sekolah menggunakan kapur tulis maka saat ini bisa dihitung jari berapa sekolah yang masih bertahan menggunakan kapur tulis. Hampir setiap sekolah menggunakan spidol. Tapi tahukah kamu kalau ternyata penggunaan spidol tidak sehat bagi tubuh?

Bagi mereka yang punya gangguan pernapasan seperti asma atau batuk, maka kapur tulis memang cukup mengganggu sebab mengeluarkan debu yang partikelnya cukup besar. Namun partikel kapur tulis masih bisa tertahan oleh bulu hidung dan tidak masuk ke dalam paru-paru.

Spidol memang tidak memiliki partikel yang berterbangan dan dianggap cukup bersih dan aman. Tapi ternyata spidol lebih berbahaya dari kapur tulis. Ya, spidol menjadi lebih berbahaya sebab mengandung bahan kimia yang disebut xylene seperti yang digunakan pada cat, pernis, dan thinner. Xylene tergolong bahan kimia yang beracun.

Seperti yang dilansir brilio.net dari penelitian Toxicological Profile for Xylene, Agency for Toxic Substances and Disease Registry, Kamis (24/9), ditemukan bahwa menghirup xylene yang terkandung dalam spidol berbahaya. Xylen ditengarai dapat menyebabkan gangguan pernapasan, pusing, sakit kepala, kerusakan otak, kerusakan hati, ginjal, dan sistem saraf pusat.

Bahkan beberapa merek spidol ada yang mengandung propyl alcohol yang dapat menimbulkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan. Ancaman dari bahaya spidol ini memang belum banyak disadari oleh masyarakat. Bisa dibayangkan anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan tiap harinya ternyata terkontaminasi dengan zat beracun tanpa disadari.

Loading...

Untuk saat ini mengurangi bahaya spidol dapat dilakukan dengan memerhatikan ventilasi ruangan yang harus baik, mencuci tangan setelah menggunakan spidol, jangan menggunakan spidol dalam waktu yang lama dan usahakan tetap mendapatkan udara segar.