Brilio.net - Di antara semua bahasa daerah yang ada di Indonesia, mungkin Bahasa Jawa merupakan salah satu bahasa yang semakin lama penggunaannya semakin jarang di masyarakat. Itulah mungkin yang menjadi alasan mengapa pelajaran Bahasa Jawa masih harus dipertahankan di berbagai tingkatan di sekolah.

Tapi tahukah kamu bahwa ternyata tidak semua pengajar atau guru Bahasa Jawa paham dengan hal-hal kecil yang berkaitan dengan Bahasa Jawa itu sendiri, misalnya saja terkait tembang dan geguritan.

Itulah yang kemudian membuat empat mahasiswa Universitas Negeri Malang yaitu Zahro Rokhmawati, Iin Lutfia, Raisa Izzhaty, dan Choirun Nisa berinisiatif untuk mengadakan pelatihan baca tulis geguritan dan tembang (Gubalis-Gembang) pada para guru Bahasa Jawa di SMP dan SMA di Kota Malang, Jawa Timur sebagai tema Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2015.

“Idenya datang dari kami sendiri yang melihat melalui kurikulum 2013, penggunaan Bahasa Jawa saat ini sudah luntur dengan pembelajarannya sendiri hanya diwajibkan di SMP saja. Selain itu ternyata banyak guru Bahasa Jawa yang ternyata bukan lulusan Bahasa Jawa,” cerita Zahro kepada brilio.net Selasa (9/6).

Mahasiswi jurusan Sastra Indonesia itu juga menambahkan bahwa pelatihan Gubalis-Gembang itu mereka berikan pada guru Bahasa Jawa karena memang dua hal tadi termasuk dalam materi pembelajaran Bahasa Jawa.

Loading...

Dan ternyata fakta di lapangan mengungkapkan bahwa ada banyak sekali guru Bahasa Jawa yang belum menguasainya. Sementara untuk sasaran pelatihannya sendiri memang masih dilakukan di daerah Malang terlebih dahulu sebelum nantinya merambah ke daerah lain di Jawa Timur.

Untuk pelatihannya langsung disampaikan oleh para pemateri yang memang sudah mumpuni dalam bidang geguritan dan tembang, yaitu Muh. Arafik,M.Pd dan Karkono,S.S.,M.A yang merupakan dosen Sastra Indonesia dan Daerah. Pelatihan diadakan selama dua bulan dan di akhir pelatihan akan diadakan sayembara membaca geguritan dan tembang sebagai tolak ukur kemampuan para guru.

Wah semoga pelatihan ini dapat segera dilaksanakan di daerah-daerah lain ya, agar para pengajar bahasa jawa benar-benar dapat membagikan ilmu tentang Jawa pada para generasi muda.