Brilio.net - Fotografer, Magnus Wennman, berkeliling Eropa dan Timur Tengah untuk mengumpulkan gambar anak-anak yang kehilangan tempat bermukim sebagai akibat dari perang. Di Suriah, sudah hampir 5 tahun perang tak kunjung reda. Semua orang meninggalkan rumah demi mencari tempat yang aman.

Wennman berhasil mengabadikan banyak anak-anak yang harus melepas lelah di tempat yang jauh dari nyaman dan aman. Berikut ini foto-fotonya, seperti dikutip dari metro.co.uk, Kamis (19/11).

1. Lamar, 5 tahun

Keluareganya yang berasal dari Baghdad, Irak, sedang pergi membeli makanan ketika bom menghancurkan rumah mereka. Keluarga Lamar mencoba melintasi laut dengan perahu karet menuju Turki, kemudian berubah arah dan kini berada di perbatasan Hungaria. Tempat inilah yang menjadi tempat tidur Lamar kini.

2. Shehd, 7 tahun

Ibu gadis kecil yang suka menggambar ini menyatakan betapa sulitnya hidup di Suriah, meskipun itu negara Islam. Mereka memutuskan menuju perbatasan Hungaria dan mencari makanan dari pohon-pohon di sekeliling.

3. Ahmed, 6 tahun

Bocah yang ayahnya terbunuh di kota asal mereka, Deir ez-Zor, Suriah Utara ini kini dirawat oleh sang paman. Kini mereka menuju Hungaria secara ilegal. Sang paman berkata, dia sungguh kuat dan hanya menangis sesekali di wakrtu sore.

4. Ralia, 7 tahun dan Rahaf, 13 tahun

Dua perempuan kakak beradik yang berasal dari Damaskus ini kini tinggal dengan ayah mereka di tepi Jalan Beirut. Sudah hampir satu tahun mereka berkelana tidur berangkulan demi mendapat kehangatan. Ibu dan saudara laki-laki mereka terbunuh oleh ledakan granat.

5. Mohammed, 13 tahun

Remaja asal Aleppo yang bercita-cita menjadi arsitek ini sekarang dirawat di Rumah Sakit Nizip, Turki. "Hal teraneh dari perang adalah kamu terbiasa dengan perasaan takut. Saya tidak ingin memercayai itu," kata Mohammed.

6. Maram, 8 tahun

Gadis kecil ini baru saja tiba di rumah ketika roket jatuh di atasnya hingga atap rumah menghantam tubuhnya. Maram mengalami pendarahan otak hingga 11 hari tak sadarkan diri. Kini pun dia tak bisa bicara sebab rahangnya patah.

7. Fatima, 9 tahun

Fatima lari dari Idlib setelah dia melihat Tentara Nasional Suriah membunuh dua warga sipil di kotanya itu. Gadis belia ini telah mengunjungi kamp pengungsian di Lebanoon, Libya, dan Swedia.

8. Juliana, 2 tahun

Bersama keluarga, Julia telah menyusuri Serbia selama dua hari untuk mencapai perbatasan Hungaria. Mendengar kabar perbatasan akan ditutup, mereka berlari agar segera sampai ke sana.

9. Iman, 2 tahun

Gadis kecil ini mengidap pneumonia dan infeksi dada, kini dirawat di Azraq, Yordania. Ibunya, Olah (19) menyatakan, ketika normal dia adalah gadis kecil yang riang, tapi kini dia mengalami kelelahan. "Dia berlari ke mana saja ketika sehat. Kini dia tidur hampir sepanjang waktu."

10. Ahmad, 7 tahun

Sejak rumahnya di Idlib, Suriah, dibom, keluarganya meuju Horgos, Hungaria. Ahmed sempat terkena pecahan peluru meriam di kepala namun tak terlalu fatal. Kini mereka tidur di shelter bis, di jalan, di atas kayu-kayu.

11. Amir, 20 bulan

Amir tak pernah bersuara. Ibunya meyakini hal itu dikarenakan trauma dengan serangan. Amir kini tinggal di tenda pengungsian di Zehre, Lebanon. Meskipun tak pernah berbicara, ibunya Shahana (32) mengatakan, dia sering tertawa.

12. Abdullah, 5 tahun

Kasur kotor di stasiun kereta api Belgrade, Serbia sudah menjadi tempat ynag nyaman bagi Abdullah. Dia shock ketika melihat kakaknya, Daraa, dibunuh. Abdullah punya kelainan pada darahnya namun ibunya tak punya cukup uang untuk berobat.

13. Walaa, 5 tahun

Gadis kecil ini kini berdiam di kamp pengungsian Dal-El-Ias. Dia benci tidur karena waktu itu adalah ketika serangan terjadi.

14. Tamam, 5 tahun

Tamam sudah meninggalkan kota asalnya, Homs setelah serangan udara dua tahun lalu. Kini dia menghabiskan malam-malamnya di Azraq, Yordania.

15. Shiraz, 9 tahun

Gadis ini didiagnosa polio sejak usianya 3 bulan. Pindah dari Kobane ke Turki. Kini dia tinggal di pengungsian Suruc.

16. Moyad, 5 tahun

Gadis ini terkena pecahan peluru meriam pada kepala, punggung, dan panggul dalam sebuah serangan bom yang disembunyikan dalam sebuah taksi. Ibunya tewas seketika. Kini Moyad dirawat di rumah sakit di Amman, Yordania.

Kamu yang ingin meringankan beban mereka bisa menyalurkan bantuan melalui UNHCR di sini donate.unhcr.org

(brl/pep)