Brilio.net - Kecoak. Mendengar saja nama binatang ini sudah membuat takut bahkan merasa jijik, apalagi kalau harus bertemu langsung. Iya sih, kecoak memang salah satu serangga yang paling banyak dihindari orang, terutama kaum hawa. Parahnya, kalau kamu semakin takut, kecoak justru akan semakin mengetahui hal ini karena dia memiliki radar yang mendeteksi rasa takutmu.

Tahukah kamu, bahwa kecoak terdapat hampir di seluruh permukaan bumi, kecuali di wilayah kutub. Kecoak juga tergolong binatang purba karena keberadaannya sudah sejak jutaan tahun lalu.

Baru-baru ini dilaporkan bahwa sekelompok peneliti Jerman dan Slowakia telah menemukan kecoak terawetkan selama jutaan tahun di dalam batu amber yang ditemukan dari sebuah pertambangan di Myanmar. Jenis batuan amber adalah batuan yang berasal dari resin pohon yang telah berubah menjadi fosil, seperti dikutip brilio.net dari Mongabay, Senin (11/5).

Artinya, itu sama saja fosil kecoak. Jadi, serangga kecil yang sering kamu jumpai di toilet dan tempat-tempat lembab ini ternyata telah hidup sejak 300 juta tahun lalu atau lebih tua dari dinosaurus.

Fosil kecoak lebih tua dari dinosaurus ada di dalam batu mulia

Loading...

Ketika keluarga reptil raksasa dinosaurus musnah sekitar 65 juta tahun lalu, keluarga kecoak terus bertahan hidup hingga kini. Para ahli biologi bahkan memperkirakan, jika terjadi bencana atom di muka bumi, salah satu makhluk hidup yang akan tetap eksis adalah kecoak. Wow!

Fosil kecoak lebih tua dari dinosaurus ada di dalam batu mulia

Menurut para penemunya, Peter Vršanský dari Geological Institute di Bratislava, Slowakia, dan Günter Bechly dari State Museum of Natural History di Stuttgart, Jerman, fosil tersebut dinamakan Manipulator modificaputis. Fosil kecoak ini diduga telah berusia 100 juta tahun atau hidup pada era Cretaceous, saat di mana dinosaurus hidup di muka bumi hingga kepunahannya sekitar 66 juta tahun yang lalu.

Dengan leher yang panjang dan kepala yang bisa berputar ke segala arah, bentuk kaki kurus dan kaki depan yang panjang, para peneliti menyebutkan serangga tersebut merupakan karakteristik jenis yang aktif berburu mangsa dengan mengejarnya. Meski demikian, ukuran tubuh kecoak ini relatif kecil, panjang tubuhnya hanya 4,5 mm, sementara lebarnya lebih dari 2 mm.

Seperti dikutip dalam jurnal Geologica Carpathica, pada masa dinosaurus, ada banyak jenis kecoak predator. Salah satu dari turunan kecoak purba predator itu terus berevolusi dan kini menyisakan satu turunan, yaitu belalang sembah. Belalang sembah modern saat ini memiliki karakteristik kaki depan seperti Manipulator modificaputis dan merupakan kerabat dekat dari kecoak.

Saat ditemukan, peneliti menemukan empat individu kecoak dari spesies yang sama di tempat yang sama. Suatu indikasi yang menunjukkan bahwa lokasi cadangan bebatuan amber di Myanmar merupakan tempat yang sempurna untuk mengetahui ekosistem dunia purba. Amber sendiri merupakan batu yang saat ini dicari sebagai batu perhiasan karena warna dan teksturnya yang menarik.