Brilio.net - Beberapa waktu lalu, netizen dikejutkan dengan Joe Jonas, mantan kekasih supermodel Gigi Hadid, yang mengenakan jaket bergambar petai, uang Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu, botol saus, hingga mangkuk mi ayam bermotif ayam jago yang tentunya telah populer di masyarakat Indonesia.

Nah, sebenarnya, kamu tahu nggak sih, mengapa setiap orang yang berjualan mi ayam pasti menggunakan mangkuk motif ayam jago tersebut?

BACA JUGA: Joe Jonas berjaket gambar mi ayam & petai bikin heboh netizen, wow!

Ternyata, mangkuk ayam jago ini bukan cuma terkenal di Indonesia saja, melainkan juga di Singapura, Bangkok, dan China. Konon, salah seorang warga Malaysia sempat berujar jika dirinya banyak menemui mangkuk serupa ketika makan di warung pinggir jalan.

"I started noticing that wherever I went to eat street food, the chicken sketch was to be found on the side of my bowl (saya mulai menyadari, di manapun saya makan makanan yang dijual di pinggir jalan, gambar ayam jago itu selalu ada di mangkuk saya)," kata dia dalam sebuah forum di media sosial yang dikutip brilio.net, Rabu (27/1).

Fakta ini ungkap penyebab penjual mi ayam pakai mangkuk ayam jago

foto: taysbakers.com

Bahkan kabarnya ada salah satu scene di sebuah film Thailand yg memperlihatkan mangkuk ini. Lalu mengapa gambarnya harus ayam jago ya? Ternyata, usut punya usut, ayam jago ini melambangkan kemakmuran dan rezeki. Maka dari itu ada pepatah yang mengatakan, bangun tidur harus pagi-pagi kalau tidak mau rezekinya dipatok ayam. Nah, mungkin karena itu banyak pedagang yang memakai mangkuk ini sebagai lambang keberuntungan.

Fakta ini ungkap penyebab penjual mi ayam pakai mangkuk ayam jago

foto: tokopedia.com

Sejarah pembuatan mangkuk ayam jago ini belum diketahui jelas. Tapi mangkuk dengan motif ayam jago tersebut diketahui telah ada dan diproduksi sejak lama di China. Berhubung pada zaman itu perdagangan antar-negara berlangsung pesat, membuat orang-orang China yang datang ke Asia Tenggara, termasuk ke Indonesia membawa serta mangkuk legendaris ini.

Di Indonesia, segala produk keramik dengan label 'Made in China' tersebut telah mengalami asimilasi budaya dan diproduksi secara masif. Alhasil, para pedagang mi ayam di di Indonesia gemar memakai mangkuk ayam jago ini karena harganya murah daripada mangkuk keramik asli.