Brilio.net - Dinginnya cuaca yang menyelimuti akibat hujan terus menerus tak menyurutkan semangat nenek satu ini. Tangannya yang sudah renta masih cekatan membakar jagung, meski asap membumbung menutupi wajahnya.

Adalah Mbah Paini, nenek 89 tahun ini masih setia berjualan jagung bakar setiap malamnya di sudut Kota Tulungagung, Jawa Timur. Setiap hari dia akan membuka daganganya di emperan toko mulai pukul 18.00 hingga 23.00 WIB. Dengan penerangan seadanya, ibu 4 anak ini menyambung hidupnya.

"Ya cuma bisa di emperan begini mbak, susahnya kalau turun hujan cuma mampu ditutupi payung saja, sudah begitu dagangan jadi sepi," ungkap Mbah Paini kepada brilio.net, Minggu (12/4). "Penghasilan gak seberapa, gak tentu juga tergantung cuaca."

Mbah Paini mengaku sudah berjualan jagung bakar sejak lama, tepatnya sekitar awal tahun 1970-an. Artinya sudah hampir dari separuh usianya dia berjualan jagung bakar. Meski sudah renta Mbah Paini tidak pernah mengeluh, justru dia merasa jenuh jika hanya menganggur di rumah saja.

"Saya tinggal sendirian di rumah, anak-anak sudah pada berkeluarga semua," tutur Mbah Paini. "Kalau di rumah saja justru gak betah, cuma tiduran saja ujung-ujungnya sakit, ya mending saya jualan jagung bakar."

Loading...

Jagung yang dia jajakan pun dihargai dengan murah, yakni Rp 2.500 saja. Meski begitu dia tetap senang menjalani pekerjaan tersebut. Jika ditanya apa resepnya tetap kuat berjualan di usianya yang sudah lanjut? Dia hanya tersenyum saja. "Gak ada jamu khusus, cuma makan ikan asin saja setiap hari," pungkas Mbah Paini.