Brilio.net - Empat mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Ledy Sera Noviana, Prisna Eka Rahmawati, Jayanti Madiasari, dan Aditasari sukses merintis kantin kejujuran di kampusnya. Berkat usaha yang mereka bangun sejak awal 2013 itu, kini mereka lebih bisa mandiri tanpa meminta uang saku dari orangtua.

Ide kantin kejujuran bermula ketika mahasiswi Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2012 itu mengikuti mata kuliah Kewirausahaan. Setelah mempelajari potensi yang ada, maka tercetuslah gagasan berjualan makanan di sekitar kampus, tepatnya di gedung kuliah Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNY.

Tidak disangka, respons dari warga kampus ternyata luar biasa. Dagangan yang mereka jajakan, seperti keripik, nasi kuning, minuman botol, dan makanan ringan lainnya laris manis diserbu pembeli. Para pembeli yang mayoritas mahasiswa FBS mengakui bahwa dengan adanya kantin kejujuran, mereka dengan mudah bisa membeli makanan tanpa perlu keluar gedung perkuliahan.

Empat mahasiswa ini rintis Kantin Kejujuran di kampusnya, joss!

Dari hasil penjualan tersebut, keempat mahasiswi tersebut bisa meraih keuntungan dari Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu dalam sehari. Mereka juga menuturkan bahwa penghasilan tambahan yang mereka dapatkan dari berjualan di kantin kejujuran bisa digunakan untuk uang saku dan biaya hidup sehari-hari.

Loading...

Prisna misalnya, dia sengaja menyisihkan uang keuntungan untuk membeli laptop. Sementara Ledy Sera mengaku bisa membayar kos dengan uang hasil berjualan tanpa harus meminta kepada orangtuanya. "Keuntungan buat kebutuhan kuliah. Terus sebagian ditabung untuk jaga-jaga skripsi sama KKN besok," ujar Sera saat dihubungi brilio.net, Selasa (14/4).

Menurutnya, para penjual yang menjajakan dagangan di Kantin Kejujuran kini semakin banyak. "Sekarang penjualnya ada 15 orang," kata dia.