Brilio.net - Kesan mahasiswa yang dropout (DO) dari kampus masih dipandang buruk di mata masyarakat. Begitu juga yang awalnya dirasakan oleh Steve Stanley Budi Mulyono. Pria asal Bojonegoro ini dikeluarkan dari kampusnya di jurusan Ekonomi Manajemen dengan IPK 1,2.

Steve mengaku alasan dia sampai di-DO dari kampusnya adalah karena dia merasa sudah tidak ada ketertarikan dengan kuliah. Pria berusia 30-an tahun ini mengaku ingin segera kerja dan kerja. Namun apa daya, berbekal ijazahnya yang hanya sampai SMA, dia sulit mendapatkan pekerjaan dan akhirnya menjadi sales.

“Saya pernah jadi sales keliling itu, ya macam-macam yang dijual mulai dari asuransi sampai produksi mebel,” tutur Steve kepada brilio.net, Kamis (7/5). “Namun bedanya jika orang lain setelah mendapat gaji langsung buat kredit barang-barang seperti rumah dan motor, saya tidak. Gaji saya justru saya kumpulkan untuk membuka usaha.”

DO IPK 1 koma, Steve sukses bisnis tanaman beromzet Rp 400 juta/bulan

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

Usaha pertama yang dilakoninya adalah nuget. Namun karena terlalu banyak investasi dan tidak memerhatikan pasar, usaha tersebut akhirnya bangkrut juga. Dia kemudian menjajal bisnis lain seperti petshop, ikan, reptil dan kerajinan tangan namun gagal juga.

Steve lalu mulai bereksperimen lagi. Dia mulai bisnis tanaman dimana modal yang dikeluarkan kecil dan juga dia sendiri memang hobi berkebun dari kecil. Bisnis yang dia bangun selama tiga tahun ini akhirnya mulai menunjukkan peningkatan yang signifikan. Bisnis yang diberi nama “Kebun Bibit” ini, sekarang telah memiliki dua kebun besar yang berada di daerah Bojonegoro dan Batu, Malang.

“Keutamaan kami itu karena menggunakan sistem online, itu pertama di Indonesia. Selain itu target pasar kami anak muda di kota besar yang menginginkan sesuatu yang baru seperti tanaman,” lanjut Steve.

Berkat keuletan dan kerja keras yang dibangun selama tiga tahun ini, Kebun Bibit telah menghasilkan omzet yang bernilai cukup tinggi hingga mencapai Rp 300-Rp 400 juta per bulannya. Dalam satu hari ada sekitar 200 paket tanaman yang dikirimkan ke berbagai wilayah di Indonesia.