Brilio.net - Bagaimana rasanya jika dipaksa menikahi wanita yang tidak pernah kamu cintai? Hal itulah yang kini dialami oleh Fikri (27). Fikri adalah lulusan salah satu SMK yang ada di Surabaya. Karena alasan ekonomi, Fikri akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan memilih bekerja.

Meski sudah memiliki kekasih, pria berzodiak pisces ini belum memiliki rencana untuk menikah. Dia lebih fokus bekerja dan membiayai kebutuhan adik-adiknya. Meski pekerjaan dan karirnya berjalan dengan mulus tanpa hambatan, permasalahan lain yang harus dihadapi Fikri adalah desakan dari bosnya. Fikri diminta menikahi anak bosnya.

"Saya bekerja dengan pak Umar selama 7 tahun, beliau sudah seperti bapak saya sendiri, nyaman kok kerja sama dia, saat ini anaknya memang sedang kena musibah hamil di luar nikah dan saya disuruh menikahinya kalau tidak saya akan dipecat, saya bisa saja menikahi anaknya dan tidak dipecat tapi bagi saya pernikahan bukan hal yang semudah itu," cerita Fikri kepada brilio.net melalui layanan story telling bebas pulsa 0-800-1-555-999, Jumat (18/12).

Pria asal Surabaya dan telah lama mengadu nasib di Bekasi ini memang menghadapi pilihan yang tidak mudah. Anak bosnya itu baru berusia 18 tahun dan sedang hamil 3 bulan. Sedangkan yang menghamili anak bosnya itu tidak ingin bertanggungjawab. Bos Fikri berharap dia dapat menutupi aib keluarga besar pemilik pabrik tekstil tersebut.

Akan tetapi Fikri sama sekali tidak mencintai anak bosnya itu. Dia tidak pernah berkeinginan menikah dengan anak bosnya apalagi menikah terpaksa tanpa rasa cinta. "Kalau diminta menolong siapapun saya akan menolong selama saya mampu, tapi ini urusannya pernikahan yang bukan hal main-main, tapi jujur saya juga belum sanggup kehilangan pekerjaan saya karena saya adalah tulang punggung keluarga," jelas anak pertama dari 3 bersaudara ini.

Fikri sendiri sudah membicarakan hal tersebut kepada keluarga besarnya dan keluarga besarnya pun menyerahkan segala keputusan ditangan Fikri. Bosnya pun memberikanya waktu hingga awal tahun ini. Apabila dia menyetujui untuk menikahi perempuan itu, maka pernikahan akan berlangsung tanggal 12 Januari 2016.

"Saya tidak tahu dosa apa yang pernah saya lakukan kok malah saya yang harus bertanggungjawab terhadap perbuatan yang dilakukan oleh orang lain," ujarnya.

Wajar rasanya jika Fikri dirundung kegalauan menyangkut hal tersebut. Apalagi dia banyak berutang budi kepada bosnya itu.

Cerita ini disampaikan oleh Fikri melalui telepon bebas pulsa Brilio.net di nomor 0-800-1-555-999. Semua orang punya cerita. Ya, siapapun termasuk kamu punya kisah tersembunyi baik cerita sukses, lucu, sedih, inspiratif, misteri, petualangan menyaksikan keindahan alam, ketidakberuntungan, atau perjuangan hidup yang selama ini hanya kamu simpan sendiri. Kamu tentu juga punya cerita menarik untuk dibagikan kepada kami. Telepon kami, bagikan ceritamu!