Brilio.net - Mbah Par, seorang kakek  berusia 77 tahun ini masih telaten hingga sekarang berjualan boneka tangan berkeliling kota sejak pagi hingga malam menggunakan sepeda. Walaupun dirinya seringkali berhenti untuk melepas lelah di pinggir jalan, baginya usia senja bukanlah alasan untuk bermalas-malasan mencari nafkah.

Terik matahari dan kemacetan jalan raya tak membuat kakek asal Klaten, Jawa Tengah ini patah semangat menjajakan mainan buatannya. Meskipun, dia tahu kini sudah mulai langka peminatnya. Boneka tangan yang dihargai empat ribu rupiah ini dijajakan Mbah Par berkeliling kota Yogyakarta dari pagi hingga malam hari.

Sebenarnya putra-putrinya yang telah berkeluarga mampu mencukupi kebutuhan hidupnya. Namun, Mbah Par tidak ingin berpangku tangan dan membebani anak-anaknya. Saban hari, tangan kreatifnya mengolah kain perca menjadi boneka di kediamannya Gowok, Sleman, Yogyakarta.

Di usia senja Mbah Par tetap jual boneka tangan, salut!

Meski barang dagangannya dijual murah, tidak berarti Mbah Par patah semangat. Baginya rasa bahagia atau susah tidak diukur dengan seberapa banyak rupiah yang dimiliki, tetapi tergantung rasa syukur atas rezeki yang diperolehnya.    

Loading...

"Senajan setitik ning nik disyukuri kan becik(walaupun sedikit, asal bisa mensyukuri itu lebih baik)," tuturnya kepada brilio.net, Rabu (8/4).

Di usia senja Mbah Par tetap jual boneka tangan, salut!Mbah Par meyakini Tuhan akan selalu mempermudah rezeki hamba-Nya yang mau berusaha. Buktinya selama puluhan tahun berjualan, dia tak pernah sepi dari pelanggan. Ada saja orang yang datang membutuhkan boneka tangan bikinannya. "Insyallah selama kaki masih kuat mengayuh, saya akan terus berjualan," tambahnya.

Ayo kawula muda, jangan malas-malasan malu sama Mbah Par...