Brilio.net - Dalam ajaran agama, istri diwajibkan untuk berbakti dan melayani suaminya. Pun dalam tata krama beberapa adat di Indonesia. Hal itulah yang menjadi dasar Supinah (80) asal Purworejo, Jawa Tengah untuk terus berusaha menjadi istri yang baik kepada suaminya, Sutrisno (83).

Di tengah kondisi fisiknya yang lemah karena berbagai penyakit yang dideritanya, dia masih berusaha menyiapkan makanan kepada sang suami tiap harinya.

Hal ini karena dia menyadari bahwa suaminya mempunyai selera yang sulit di mengerti orang lain. “Mbah kakung niku tiyange aneh, dhahare nggih cocok-cocokan. Nek mboten cocok rasane nggih mboten di dhahar. (Kakek itu orangnya agak aneh, selera makannya cocok-cocokan. Kalau tidak cocok rasanya, ya tidak dimakan),” ujarnya.

Lalu gimana cara sang nenek memasak dan menyiapkan makanan untuk suaminya? Dia mengatakan bahwa melakukan itu dengan pelan-pelan, kadang dibantu salah satu anaknya, kadang sendirian. “Nggih gremat-gremet sak rampunge, ngge kursi roda, kadang gremetan cepengan tembok. Menawi mboten dimasakke melas mbah kakung. (caranya ya pelan-pelan seselesainya, pakai kursi roda kadang pegangan tembok jika harus berdiri. Kasihan kakek kalau tidak dimasakkin),” jelasnya.

Supinah sendiri sejak tahun 2009 sudah tidak bisa berjalan tanpa kursi roda atau alat bantu jalan lainnya akibat patah tulang yang dialaminya. Selain itu dia menderita komplikasi akibat diabetes sejak 1999 dan kedua mata yang sudah tidak lagi dapat melihat dengan jelas akibat glukoma dan katarak, malah mata kanannya sudah buta total.

Loading...

Supinah menganggap baktinya kepada sang suami selain bisa menjadi salah satu jalan menuju surga-Nya. “Simbah niku sampun sepuh, sampun kedah mikirke akhirat, bekti kaliyan garwo niku wajib, ugi dalan menyang suwargo. (Saya sudah tua, sudah saatnya mikir tentang akhirat. Berbakti kepada suami itu selain kewajiban juga jalan menuju surga),” jelasnya.

Kala ditemui brilio.net, Selasa (14/4), dia sedang memilih daun singkong untuk dimasak. Dari raut wajahnya tak tampak rasa lelah. Motivasinya begitu besar untuk membahagiakan sang suami. Dia adalah contoh wanita desa yang polos dan menjaga benar kodratnya sebagai istri yang harus berbakti dan melayani suaminya.