Brilio.net - Apakah kamu bersedia untuk mengantre 2-3 jam demi sebuah seporsi Indomie? Percaya atau tidak, nyatanya fenomena pelanggan yang rela mengantre demi seporsi Indomie terjadi di warung makan Indomie Bu Siti.

Warung Indomie Bu Siti berdiri sejak 2002 dan banyak digemari berbagai pihak, mulai dari mahasiswa hingga pelancong. Menu utama yang disajikan berupa mi rebus dan mi goreng. Yang berbeda dari mi buatan Bu Siti ini terletak pada kuahnya. Jika biasanya mi goreng tidak berkuah, maka mi buatan bu Siti ini berkuah dan beberapa tambahan sayuran serta bumbu dapur yang menambah lezat mi buatannya.

"Nama Indomie Bu Siti adalah warung makan milik budhe saya. Memakai nama Indomie karena mi yang disajikan memang Indomie dan Siti sendiri adalah nama budhe, tapi setelah budhe meninggal, warung ini kemudian dilanjutin oleh ibu saya yang kebetulan namanya juga Siti," jelas Ana (18), anak pemilik warung kepada brilio.net, Kamis (28/1) malam.

BACA JUGA: VIDEO: Panjang mi instan ini bikin kaget, kok bisa ya masuk perutmu?

Setelah pendirinya meninggal, warung itu sempat ditutup. Sebenarnya Ana dan keluarganya tidak pernah memiliki niatan untuk melanjutkan usaha budhenya tersebut, namun setelah budhenya meninggal ternyata masih banyak pelanggannya yang datang ke warung. Tetangga yang sering berlangganan di warung Indomie itu juga memberikan saran agar Ana dan keluarga melanjutkan usaha budhenya yang sudah memiliki banyak pelanggan. Beberapa bulan setelah kematian Bu Siti, warung tersebut kembali dibuka dan sambutan pengunjung pun semakin baik.

Permasalahan yang sering muncul di warung yang buka dari pukul 20.30 WIB hingga pukul 03.30 WIB ini adalah antreannya yang cukup lama, bahkan jika sedang ramai bisa 2-3 jam.

KENAPA BISA ANTRE LAMA? INI JAWABAN YANG MENGEJUTKAN

2 dari 2 halaman

Salah satu yang menjadi faktor antrean cukup lama karena alat masak yang digunakan hanya satu wajan saja, ditambah proses memasaknya yang menggunakan arang. Seiring berjalannya waktu, menggunakan satu wajan menjadi ciri khusus dari warung tersebut.

Pemilik warung sebenarnya pernah mencoba menggunakan lebih dari satu wajan untuk memasak namun dirasa hasilnya tidak seenak dengan wajan yang pertama, maka akhirnya warung ini memutuskan untuk memasak hanya dengan satu wajan saja. Meski proses memasaknya cukup lama, kenyataannya langganan Indomie Bu Siti tetap setia menunggu.

"Saya sudah makan di tempat Bu Siti ini, bahkan sejak kuliah sampai sudah berkeluarga. Memang mi biasa sih, tapi rasanya beda aja dan enak, ngantre pun nggak masalah deh," ujar Mira (27), seorang pegawai swasta yang telah menjadi pelanggan tetap warung ini.

Selain rasanya yang lezat, warung yang dikelola keluarga ini memang memiliki pelayanan yang nyaman. "Sering ada yang marah kalau pesanannya datangnya lama, tapi kami sebisa mungkin untuk tetap ramah," lanjut Ana. "Biasanya sih makin malam makin ramai aja."

Tidak percaya bahwa tempat makan ini bisa membuatmu menunggu hingga 3 jam? Buktikan sendiri dengan datang di tempat makan yang terletak di Jalan Sisingamaharaja, Yogyakarta ini.