Brilio.net - Siapa bilang main game itu buang-buang uang saja? Di tangan seorang Shieny Aprilia (28) justru game disulap menjadi mata pencaharian yang menyenangkan. Lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini awalnya tak menyangka jika hobinya bermain game saat kecil mengantarkannya menjadi pendiri studio game di Indonesia.

"Awalnya tahun 2007 saya dan teman-teman satu kampus yang sama-sama suka main game dan bermimpi untuk bisa bikin game, berkumpul untuk mengikuti lomba membuat game di Salatiga," ungkap Shieny kepada brilio.net, Kamis (28/5). "Walaupun tidak menang namun kami ketagihan untuk terus belajar dan membuat game."

"Akhirnya saat kami lulus dan bingung mau bekerja apa, kami memutuskan untuk membuat kelompok game ini menjadi sebuah perusahaan game. Selain itu potensi industri game di Indonesia juga masih sangat bagus."

Menurut wanita berkacamata ini game tak hanya bersenang-senang saja namun juga bisa memberi dampak pada kehidupan nyata. Sebagai contoh game untuk pelatihan karyawan di perusahaan, game untuk belajar dan berlatih problem solving dan lain-lain.

Sejauh ini sudah puluhan game yang dibuat oleh wanita asal Bandung ini. Game pertama yang dibuat adalah Akademi Ekspres yakni game edukasi untuk anak SD setelah itu dilanjutkan dengan game Ponporon, Wish!, Blank! dan masih banyak lagi.

"Yang paling berkesan itu adalah game yang digarap bersama dengan CIFOR yakni NGO yang bergerak di bidang lingkungan dan kehutanan. Game ini berhasil membuat praktisi-praktisi di bidang kehutanan senang memainkannya karena selain mereka having fun juga bisa berlatih dan belajar," pungkasnya.