Brilio.net - Massa buruh untuk kesekian kalinya kembali berdemo dan menutup akses masuk dan keluar di Kawasan Berikat Nusantara (KBN), Jakarta Utara, Selasa (24/11), untuk menuntut gaji dan kesejahteraan mereka ditingkatkan. Dalam demo itu beredar pemandangan banyak buruh ini memakai motor-motor mahal.

Bahkan foto-foto buruh yang berdemo dengan motor-motor sport di media sosial ini jadi bahan olok-olokan netizen. Bagaimana tidak, jika gaya hidup para buruh terlalu mewah dengan membeli barang-barang mahal, sebanyak apapun kenaikan gaji dari perusahaan tidak akan cukup dengan pola hidup yang glamor dan boros.

Tidak hanya jadi bahan olok-olokan, salah seorang netizen dengan nama akun Devi Meilia juga mengutarakan pendapatnya tentang pendemo yang hobi meminta kenaikan gaji dan kesejahteraan tersebut. Melalui akun Facebooknya pada Rabu, (25/11) mengutarakan pendapatnya tentang fenomena demo tersebut. Curhatannya yang lugas dan jujur ini bakal menohok para pendemo yang gemar berdemo meminta kenaikan gajinya.

Tak butuh waktu lama, curhatan Devi ini dibagikan ribuan pengguna media sosial, yang juga tak sehati dengan keinganan pendemo yang hobi meminta kenaikan gaji namun memiliki gaya hidup glamor dan boros. Berikut curhatan Devi yang dikutip brilio.net, Jumat (27/11) dari laman media sosialnya.

Gak ada habisnya buruh di Indonesia berdemo demi kenaikan gaji. Masih kurang kah gaji kalian??

Loading...

Lalu bagaimana dengan kami? Kami rata-rata dibayar dengan upah yang lebih rendah dari kalian.

Saya rasa bukan gaji kalian yang kurang... Tapi gaya hidup kalian yang mesti dikoreksi lagi.

Saya sering berpapasan dengan banyak buruh pabrik.. Saya jalan kaki, sedangkan mereka berkendaraan, minimal motor.

Dan saya sering lihat para buruh menggenggam HP yang harganya sudah bukan 1-2 juta lagi.. Tapi lebih dari itu.. Bahkan bukan

cuma 1 HP, tapi kadang ada juga yang 2 HP.

Lama kelamaan, para pengusaha, investor asing enggan membuat usaha disini... Dan akhirnya, kalian akan kehilangan pekerjaan.

Apa itu yang kalian mau? Nanti, setelah kalian kehilangan pekerjaan, kalian mulai akan protes pada pemerintah, bicara bahwa

pemerintah tidak becus memperhatikan rakyatnya. Padahal, kembali lagi, semua itu efek dari ulah kalian.

Saya harap ada buruh, yang mengomentari tulisan ini. Saya harap mereka akan bertanya kepada saya, berapa gaji saya, teman

teman saya yg berprofesi sebagai Bidan, Perawat, Dokter, Guru dan banyak profesi lain.

Apa kalian juga mau, kami berdemo kenaikan gaji kami??? Jika kami berdemo, nantinya akan berdampak pada semakin mahalnya

pengobatan dan dan biaya pendidikan?

Kalian hanya kurang berterimakasih dan rasanya kurang mensyukuri apa yang sudah sepantasnya kalian terima.

Padahal kami, yang berpendidikan diatas kalian, tapi dibayar dengan upah yang jauh dari UMR (Upah Minimum Rakyat), tidak

pernah demo sama sekali. Miris bukan? Apakah kami yang terlalu polos? Atau kalian yang terlalu serakah?

Nah, kalo menurut kamu sendiri bagaimana?