Brilio.net - Menjadi janda dengan 13 anak tidak menghalangi Sri Mulyati (45) atau yang biasa akrab disapa dengan Ibu Nung untuk mengabdikan dirinya pada masyarakat. Dia yang hanya memiliki latar belakang pendidikan sampai kelas 3 SMP rela mengajar mengaji anak-anak pemulung di sekitar rumahnya tanpa dipungut biaya sepeser pun.

Ya, Nung memang tinggal di kawasan pemulung. Hidupnya juga tak mudah, dengan 13 anak yang harus dihidupinya, dia bekerja membanting tulang siang dan malam. Walau begitu Nung tidak lupa akan tabungan akhiratnya.

Sudah lima tahun aktivitas mulia tersebut dilakukan oleh Nung. Dia rela menjadikan rumahnya yang sangat sederhana sebagai tempat mengaji warga sekitar, yang kebanyakan berprofesi sebagai pemulung. Luas ruang Nung hanya sekitar 4×5 meter. Dindingnya dibuat dari triplek. Atapnya dari asbes. Sedang lantainya disusun dari rangkaian kayu.

Setiap pagi dan sore, teras rumah yang berada tepat di pinggir Kali Sasak itu difungsikan untuk kegiatan pengajian, yang diberi nama TPA An-Nisa.

Cerita haru janda 13 anak, mengajar anak pemulung tanpa bayaran, top!

Loading...

"Saya justru malu kalau harus meminta bayaran sama orang yang masih kekurangan juga. Saya ikhlas yang penting anak-anak tersebut ada fondasi agamanya," kata Nung seperti yang dituangkan dalam skripsi Meiana Pinka Khairani, mahasiswi jurusan Sosiologi Universitas Gadjah Mada (UGM).

Bagi Ibu Nung, dengan mengajar mengaji, dia hanya berharap bisa menuntaskan kewajibannya membantu orang-orang yang tidak mampu di sekitarnya. Dia memang tidak bisa bersedekah harta, namun dia punya ilmu yang bisa dibagikan kepada orang lain, sehingga akan mendatangkan kebaikan di akhirat nanti. Top!