Brilio.net - Membangun sebuah rumah tangga bukanlah suatu perkara yang mudah. Apalagi jika ternyata belum benar-benar saling mengenal bagaimana karakter pasangan masing-masing. Seperti yang dialami oleh Ali Rahmat (22) pria asal kampung Bojong, Bogor, Jawa Barat. Kini rumah tangganya tidak jelas bagaimana statusnya.

Melalui layanan telepon bebas pulsa 0800-1-555-999 ia menceritakan kisah rumah tangganya kepada brilio.net, Senin (5/10). "Kami berkenalan melalui Facebook pada awal bulan Agustus 2014, kemudian kami saling berbagi cerita dan berlanjut dengan bertukar nomor HP, saling berkomunikasi hingga akhirnya menjalin kasih," kenang pria yang sehari-hari bekerja sebagai bartender di sebuah restoran itu. "Kemudian, pada 8 Agustus 2014 kami akhirnya resmi bertatap muka dan alan-jalan bersama juga berfoto-foto."

Ali mengaku lega bahwa ternyata si wanita tampak bisa menerima kekurangannya dan tidak seperti yang ia takutkan. Namun, semua itu belum berakhir. Si wanita pun menyimpan beberapa kejutan tersendiri. "Yang pertama dia bilang sama saya, apakah saya tetap mau menerima dia mekipun dia adalah mantan dari teman dan saudara saya. Maka saya jawab, 'Ya, aku tidak keberatan'. Selanjutnya ia kembali bertanya pada saya, apakah saya masih bisa menerima dia meskipun dia sudah tidak perawan lagi," ucapnya dengan berat.

Lelaki mana yang tak akan kaget jika mendengar pernyataan seperti itu keluar dari mulut gadis yang dikasihinya. Akhirnya meskipun berat, Ali memutuskan untuk tetap menerima Isah (19) dengan apa adanya.

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

Pada 27 Agustus, Ali menjalankan niatnya untuk melamar Isah. Dan ternyata keluarga si gadis juga menyambut dengan respons yang baik. Tak lama berselang, si gadis terkena pengurangan di pabrik tempatnya bekerja, Cileungsi, Bogor. Kebetulan saat itu tempat di mana Ali bekerja sedang membutuhkan karyawan, maka jadilah Isah diajaknya untuk bekerja bersama di Cikarang supaya bisa lebih dekat.

Tapi, kenyataan memang tak selalu seperti yang diharapkan. Isah hanya bertahan bekerja selama dua minggu di sana. Dan bukannya hubungan semakin baik, malah si gadis sempat melepas dan mengembalikan cincin tunangan mereka. Setelah dibujuk, akhirnya Isah mau memakai cincin tersebut kembali.

Singkat cerita, pada akhirnya mereka kemudian menikah pada 29 Januari lalu. Anehnya, sesaat sebelum pernikahan, si gadis mengirim SMS kepada Ali yang menyatakan bahwa ia sudah tak lagi memiliki perasaan apa-apa kepadanya. Dia terpaksa menjalani pernikahan tersebut agar tidak dilangkahi oleh adik kembarnya yang juga akan berencana menikah di tahun yang sama.

Setelah menikah pun prahara tak henti menghampiri. Selang satu bulan setelah menikah Ali memutuskan untuk berhenti bekerja sebagai bartender karena gajinya yang tidak besar, dan memilih bekerja sebagai OB di sebuah perusahaan. Namun naas tak dapat ditolak, Ali mengalami kecelakaan jatuh dari motor.

"Dua bulan setelah menikah istri saya hamil, namun kandungannya lemah. Bahkan mertua yang menganggap remeh kondisi ekonomi saya malah meminta agar kandungan tersebut digugurkan saja daripada nanti malah menyusahkan," ujar anak kedua dari empat bersaudara ini.

Pertengkaran masih saja terus terjadi. Ali akhirnya keluar dari pekerjaannya sebagai OB dan memutuskan untuk berjualan singkong keju di Cikarang. Isah bahkan sering mengancam akan bunuh diri. Sang bayi pun ternyata meninggal dalam kandungan saat berusia enam bulan. Sehingga Isah terpakasa harus menjalani operasi caesar. Lantaran Ali tak memiliki cukup dana, sang mertua terpaksa menjual kambing dan meminta Ali untuk mengganti uang tersebut jika masih ingin tetap bersama anaknya. Namun sampai sekarang ia masih belum bisa mengganti uang tersebut.

Isah pun telah lebih dari 10 kali meminta cerai. Meskipun belum menjalani sidang secara resmi di pengadilan, namun sekarang hubungan Ali dan keluarga sang istri sudah tidak seperti dulu lagi. "Istri saya bahkan sekarang sudah balikan lagi sama mantannya, itu yang membuat saya sakit hati meskipun sebenarnya saya masih sayang dan cinta dia," tandasnya.

Cerita ini disampaikan oleh Ali Rahmat melalui telepon bebas pulsa Brilio.net di nomor 0-800-1-555-999. Semua orang punya cerita. Ya, siapapun termasuk kamu punya kisah tersembunyi baik cerita sukses, lucu, sedih, inspiratif, misteri, petualangan menyaksikan keindahan alam, ketidakberuntungan, atau perjuangan hidup yang selama ini hanya kamu simpan sendiri. Kamu tentu juga punya cerita menarik untuk dibagikan kepada kami. Telepon kami, bagikan ceritamu.

(brl/pep)