Brilio.net - Dolly atau Gang Dolly merupakan nama sebuah kawasan lokalisasi pelacuran yang terletak di daerah Jarak, Pasar Kembang, Kota Surabaya, Jawa Timur. Dolly disebut-sebut sebagai lokalisasi terbesar di Asia Tenggara, lebih besar dari Patpong di Bangkok, Thailand dan Geylang di Singapura.

Juni tahun lalu, lokalisasi Dolly resmi ditutup oleh Pemerintah Kota Surabaya. Penutupan ini pun membuat masyarakat di sekitar Dolly kehilangan pekerjaan, pasalnya setelah penutupan Dolly lokasi tersebut semakin sepi tak ada pengunjung.

Agar warga Dolly tetap punya penghasilan dan tak menganggur, kelompok pemuda yang mengatasnamakan Pemuda Surabaya kembali membuka Dolly.

Jangan salah, pembukaan dolly bukan untuk menjadi tempat prostisusi seperti yang dulu lagi, melainkan kini dolly dibuka menjadi wahana wisata.  

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

Wisata ke bekas tempat lokalisasi ini dikelola bersama tim Pemuda Surabaya yang tergabung dalam Inspira Travel. Wisata ini menawarkan fasilitas napak tilas dolly, wisata kampoeng positif serta kampoeng oleh-oleh khas Jarak-Dolly.

Nilzam Alim, ketua tim Inspira Travel menuturkan bahwa penutupan lokalisasi tidak menyelesaikan masalah. Akhirnya muncul inisiatif untuk mendampingi pekerja dolly, mucikari, dan masyarakat lain yang terkena dampak akibat penutupan dengan berbagai keterampilan. Seperti membuat kuliner khas, mengadakan taman baca, untuk menjadikan dolly sebagai salah satu tujuan wisata.

Banyak yang kehilangan pekerjaan, Dolly dibuka kembali

Buka usaha. Ibu-ibu warga Dolly membuat aneka kuliner khas

"Kami bekerja sama dengan Yayasan Melukis Harapan yang selama dua tahun terakhir melakukan pendampingan untuk peningkatan taraf ekonomi pascapenutupan dolly," kata Nilzam kepada brilio.net, melalui sambungan telepon,  Minggu (7/11)

Niat baik Nilzam dan timnya tidak bertepuk sebelah tangan. Wisatawan dari berbagai kota besar di Indonesia sudah beberapa kali ada yang mengunjungi wisata tersebut. Begitu pula masyarakat yang merespon positif dan turut senang dengan hadirnya konsep kampung Dolly sebagai wisata napak tilas.

Simak videonya berikut ini

 

ke DOLLY yuk!

Tanggal 18 Juni 2014 Lokalisasi dolly ditutup, Momen ini membuat masyarakat di kawasan tersebut kehilangan mata pencaharian mereka. Tidak hanya PSK dan mucikari saja yang terkena dampaknya. Warga sekitar yang bekerja sebagai tukang becak, laundry, cleaning service dan tukang parkir juga kehilangan sumber pendapatan mereka.Kami pemuda-pemudi surabaya yang tergabung dalam gerakan melukis harapan berkolaborasi dengan warga eks lokalisasi untuk mencoba menyelesaikan permasalahan tersebut. Salah satu impian kami menjadikan dolly sebagai tempat wisata yang di beri nama kampoeng harapan.Kampung harapan memiliki 3 wahana utama yaitu napak tilas eks lokalisasi dolly, kampung positif dan kampung oleh2. Kami ingin mengundang masyarakat Indonesia berkunjung ke kampoeng harapan dolly melalui inspiratrip.Inspiratrip adalah konsep perjalanan ke kampoeng harapan dolly agar masyarakat umum bisa ikut merasakan secara langsung perubahan positif masyarakat dolly.Kami tunggu kehadiran anda, SEBARKAN informasi positif bahwa dolly sudah berubah.INSPIRATRIP . INSPIRING TOURISM !

Posted by Iki Suroboyo Rek on Sunday, October 18, 2015

(brl/ani)

(brl/ani)