Brilio.net - Balita berusia dua tahun di pedesaan Oklahoma meninggal dunia diduga karena menelan baterai. Brianna Florer, nama balita malang itu, meninggal dua hari setelah Natal 2015 lalu. Ketika itu Florer sedang berada di rumah kakek neneknya. Balita ini sempat menderita demam beberapa hari terakhir akibat menelan sebuah batu baterai kecil yang biasa dipakai pada jam tangan. Keluarga begitu panik saat Florer terus menerus memuntahkan darah dan tubuhnya membiru. Ia lantas dilarikan ke rumah sakit Saint Francis di Tulsa dan segera dibawa ke ruang operasi. Namun sayangnya nyawanya tak terselamatkan.

"Dia terus-terusan muntah darah, banyak sekali. Dokter mengoperasinya selama 2,5 jam. Namun sayang, mereka gagal menghentikan pendarahannya. Dokter bilang ia menelan baterai kecil dan baterai itu masuk ke arteri karotis melalui kerongkongan," tutur kakek Florer, Kent Vice seperti dilansir brilio.net dari metro.co.uk, Selasa (5/1).

Sehari sebelum meningggal, Florer begitu riang bermain bersama ketiga saudaranya. Ia bermain sambil membuka kado-kado Natal yang didapat dari kakek dan neneknya. Namun keesokan harinya, anak perempuan ini menghembuskan nafas terakhir karena terlambat dioperasi.

Dilansir dari Daily Mail, meski kedua orangtuanya juga belum tahu kapan Florer menelan baterai. Namun dokter meyakini bahwa Florer sudah menelan baterai sekitar enam hari sebelum kematiannya. Hasil otopsi untuk mengetahui penyebab kematian masih belum ke luar. Tapi dari hasil sinar X-ray menunjukkan bila di dalam tubuh balita tersebut terdapat baterai yang ukurannya lebih kecil dibanding koin.

Para ahli mengatakan baterai akan menyerang kekebalan tubuh sebelum menimbulkan hal yang lebih membahayakan. Akibatnya semakin akan fatal bila baterai mengeluarkan zat alkali.

Loading...

Balita dua tahun ini meninggal dunia setelah menelan baterai

Kini, keluarga sudah mengikhlaskan kepergiaan Florer dan berharap keluarga lain lebih waspada mengawasi anak-anak mereka. Terutama, jangan biarkan mereka bermain dengan baterai kecil tersebut maupun mainan lain yang menggunakan baterai seperti itu. Sebab anak bisa saja membongkar mainan, menemukan baterai itu dan memasukkannya ke mulut tanpa sepengetahuan orang tua.

Menurut laman Express, di Amerika Serikat, insiden serupa tercatat sudah enam ribu kali terjadi dalam setahun. Dikhawatirkan insiden ini masih akan terus berlangsung, jika orang tua lalai mengawasi anaknya yang bermain. Sebab, hampir semua permainan anak terbaru yang diberikan orangtua selama Natal dan Tahun Baru ini dikabarkan memang lebih banyak memanfaatkan baterai ukuran kecil tersebut.