Brilio.net - Pernahkah kamu membayangkan berapa banyaknya anak Indonesia yang tidak mendapatkan pendidikan yang layak. Pendidikan memang masih menjadi PR besar pemerintah Indonesia saat ini. Di pelosok Indonesia, masih banyak anak kurang beruntung yang tak mendapat hak pendidikan.  Miris ya, sementara banyak sekali mereka yang menyia-nyiakan keberuntungan mereka bersekolah.

Hal inilah yang pernah dirasakan Agus Tokan (32). Agus lahir dan tumbuh di Adonara, sebuah pulau kecil di Nusa Tenggara, tepatnya di sebelah timur Pulau Flores. Agus lahir dari keluarga yang kurang mampu, ditambah perceraian kedua orangtuanya yang membuat situasi semakin sulit.

Lulus SMP, Agus berniat melanjutkan sekolah ke SMA seperti kebanyakan anak lain. Sayangnya, ayah Agus tak mampu untuk membiayainya. Akhirnya Agus ikut orang di bengkel untuk bekerja di pagi hari dan siangnya di sekolah.

"Karena nggak ada biaya berarti saya harus kerja, saya ikut orang di bengkel. Kalau pagi kerja, kalau siang sekolah. Kebetulan memang ada sekolah siang di sini," kisah Agus melalui layanan story telling bebas pulsa ke 0-800-1-555-999, Minggu (28/2).

Beruntung, Agus kemudian mendapat beasiswa bantuan dari sekolahnya. Setamat SMA, Agus ingin melanjutkan kuliah. Tentu saja bukan hal yang mudah karena Agus tak memiliki uang untuk biaya.

Loading...

"Akhirnya saya bekerja dulu dua tahun. Macam-macam yang saya kerjakan jadi kondektur, bengkel, ojek juga pernah," kenang Agus.

Uang yang dikumpulkan dari bekerja tersebut Agus pergunakan untuk kuliah di Kupang. Selama kuliah Agus aktif ikut organisasi-organisasi kampus. Dari sanalah dia mendapat banyak beasiswa.

"Saya aktif di organisasi-organisasi kampus, dari sini saya dapat beasiswa," ungkap dia.

Memasuki semester delapan Agus kehabisan uang. Padahal teori kuliahnya sudah selesai, tinggal satu langkah lagi menuju wisuda. Tapi karena memang tak ada dana lagi kemudian Agus cuti untuk bekerja.

"Semester 8 saya cuti karena duit habis padahal teori kuliah saya sudah selesai, haha. Ya saya kemudian akhirnya bisa wisuda di semester 12," kisah dia.

Selesai kuliah, Agus kemudian bekerja di salah satu perusahaan swasta. Dua tahun bekerja Agus diangkat jadi pimpinan cabang. Dia pernah dikirim kerja di Bali, Yogyakarta, Pontianak, dan Papua. Kini Agus menetap di Kelurahan Kelimutu, Ende, Nusa Tenggara Timur.

"Saya biasa susah dari kecil, tapi saya percaya kalau semua pasti ada jalannya," pungkas Agus.

Agus jadi contoh yang sangat baik untuk kita. Di tengah berbagai macam keterbatasan dia mampu mewujudkan cita-citanya. Kalau mau berusaha, pasti ada jalan Guys.

Cerita ini disampaikan oleh Agus melalui telepon bebas pulsa Brilio.net di nomor 0-800-1-555-999. Semua orang punya cerita. Ya, siapapun termasuk kamu punya kisah tersembunyi baik cerita sukses, lucu, sedih, inspiratif, misteri, petualangan menyaksikan keindahan alam, ketidakberuntungan, atau perjuangan hidup yang selama ini hanya kamu simpan sendiri. Kamu tentu juga punya cerita menarik untuk dibagikan kepada kami. Telepon kami, bagikan ceritamu!