Brilio.net - Punya binatang kesayangan tapi repot saat mau mengajaknya jalan-jalan keliling kota? Nah, ini kabar gembira buat kamu. Ada layanan transportasi khusus untuk hewan kesayangan, namanya Pet Taxi.

Biasanya layanan transportasi eksklusif ini dimanfaatkan untuk binatang kesayangan seperti kucing dan anjing. Layanan yang diberikan pun bermacam-macam, mulai sekadar jalan-jalan keliling kota hingga pemeriksaan kesehatan rutin. 

Pet Taxi merupakan pionir dalam jasa transportasi hewan di wilayah Yogyakarta. Pet Taxi ini dikelola di bawah menajemen klinik hewan Cakra Pet’s yang berkantor di Jalan HOS Cokroaminoto.

Di sana, juga tersedia tenaga dokter hewan yang siap menangani berbagai masalah kesehatan hewan piaraan kamu, mulai sekadar konsultasi kesehatan hewan, pemberian vaksin, maupun penanganan medis lain. Kapan saja kamu datang, akan dilayani karena klinik ini buka 24 jam.

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

Salah seorang dokter hewan, Siti, mengatakan bahwa ada enam dokter yang berkerja secara bergantian untuk mengantisipasi adanya panggilan darurat oleh pelanggannya di wilayah Yogyakarta.

“Pelanggan biasanya tidak hanya memeriksakan kesehatan peliharaannya saja tetapi juga antar jemput peliharaan menggunakan taxi, untuk dibawa jalan-jalan keliling kota. Hal ini karena hewan peliharaan akan mudah terkena stres jika hanya berada di rumah untuk waktu yang lama” tutur Siti, pada brilio.net.

Selain layanan taksi dan klinik, kamu juga bisa menitipkan binatang kesayangan kamu karena juga tersedia layanan pet hotel. Jika ingin binatang kesayangan kamu semakin terlihat bersih dan cantik, ada layanan salon dan grooming (memandikan hewan piaraan). Kamu juga bisa mencari piaraan baru di sana karena ada jasa pet retail.

Siti menambahkan, dalam sehari kliniknya melayani antar jemput puluhan hewan peliharaan. Tapi, jasa yang paling sering dipilih adalah grooming dan pet hotel. 

“Untuk grooming biayanya berkisar antara Rp 45.000 hingga Rp 150.000 dan sehari saja ada 10 binatang peliharaan. Kami bisa mecapai omzet lebih dari Rp 10 juta, belum lagi jika ditambah pendapatan dari antar jemput menggunakan taksinya,” tandas dia.

Kreatif juga ya mengintip peluang.