Brilio.net - Aksi teror kembali terjadi pada Jumat 13 November 2015 di Gedung Konser Bataclan serta 5 titik lain di ibu kota Paris, Prancis. Kejadian ini merenggut sebanyak 158 korban jiwa. Seluruh dunia pun berduka atas kejadian keji ini.

Namun, yang harus kamu tahu ternyata serangan semacam ini sudah terjadi kesekian kalinya di Prancis. Sejak tahun 1800-an, aksi teror telah terjadi dengan berbagai motif. Pertama kali adalah upaya pembunuhan Napoleon Bonaparte yang dikenal dengan nama Plot of the rue Saint-Nicaise pada 24 Desember 1800.

Nah, berikut ini merupakan serangan besar yang pernah terjadi di negeri Frankland itu, seperti dikutip brilio.net dari berbagai sumber, Sabtu (14/11):

1. Serangan restoran Goldenberg 1982

8 Aksi teror ini juga pernah terjadi di Prancis, ratusan orang tewasfoto: dw.com

Loading...

Abu Nidal Organization menyerang restoran Chez Jo Goldenberg dengan granat dan senapan pada 9 Agustus 1982 hingga menewaskan 6 orang dan melukai 22 orang. Korban tewas merupakan orang-orang Yahudi di Prancis.

2.  Serangan Vitry-Le-François 1961

8 Aksi teror ini juga pernah terjadi di Prancis, ratusan orang tewas

foto: gettyimages.com

Organisation de l'armée secrète (OAS) meletakkan bom di kereta Paris-Strasbourg pada 18 Juni 1961 yang meledak di sebuah desa bernama Blacy, di daerah Marne. Korban tewas sebanyak 28 orang dan lebih dari 100 orang luka-luka.

3.  Serangan Konsulat Turki 1980

8 Aksi teror ini juga pernah terjadi di Prancis, ratusan orang tewasfoto: smiletravelvietnam.com

Pada 5 Agustus 1980 dua orang bersenjata menyerang Konsulat Turki di Lyon yang menyebabkan 2 orang tewas dan 11 lainnya luka-luka. Diketahui, Armenian Secret Army for the Liberation of Armenia (ASALA) berada di balik serangan ini.

4. Serangan Sinagog Paris 1980

8 Aksi teror ini juga pernah terjadi di Prancis, ratusan orang tewasfoto: timesofisrael.com

Serangan bom yang dilancarkan pada 3 Oktober 1980 menyasar sebuah sinagog di Paris ketika warga Yahudi tengah melakukan ibadah. Korban tewas sebanyak 2 orang dan 34 orang mengalami luka-luka.

5. Serangan Bandara Orly 1983

8 Aksi teror ini juga pernah terjadi di Prancis, ratusan orang tewasfoto: airwaysnews.com

Sebanyak 8 orang tewas dan 55 terluka dalam serangan bom dari kelompok Armenian Secret Army for the Liberation of Armenia (ASALA) ini. Sebuah bom diletakkan dalam koper untuk penerbangan Turkish Airlines. Serangan terjadi pada 15 juli 1983 di Bandara Orly, Paris.

6. Serangan Paris Métro dan Réseau Express Régional (RER) 1995

8 Aksi teror ini juga pernah terjadi di Prancis, ratusan orang tewasfoto: sudouest.fr

Serangan ini diprakarsai oleh kelompok bernama Armed Islamic Group yang memiliki motif memperluas Perang Saudara Aljazair ke Prancis. Serangan dilancarkan mula-mula pada 25 Juli 1995 di stasiun Saint-Michel RER. Dilanjutkan pada 17 Agustus di Arc de Triomphe, lalu pada 26 Agustus di rel kereta api dekat Lyon. Selanjutnya pada 3 September, di sebuah lapangan di Paris dan pada 7 September di sebuah sekolah Yahudi di Lyon. Serangan masih berlanjut pada 6 Oktober di Stasiun Maison Blanche dan pada 17 Oktoberdi Musée d'Orsay dan Saint-Michel Notre-Dame RER. Serangan bom ini merenggut 8 korban jiwa dan melukai sebanyak 157 orang.

7. Serangan Toulouse and Montauban, Midi-Pyrénées 2012

8 Aksi teror ini juga pernah terjadi di Prancis, ratusan orang tewasfoto: theblaze.com

Aksi yang diinisiasi oleh Mohamed Merah ini terjadi dalam tiga hari di tahun 2012, yaitu 11, 15, dan 19 Maret. Merah mengakui motif penyerangan kepada warga sipil Yahudi ini adalah sebagai bentuk balasan karena orang-orang Yahudi menyerang saudara-saudaranya di Palestina. Total korban jiwa dalam serangan ini 8 orang, termasuk Merah sendiri.

8. Serangan Île-de-France 2015

8 Aksi teror ini juga pernah terjadi di Prancis, ratusan orang tewasfoto: yahoo.com

Aksi di tahun 2015 ini terdiri dari serangan Charlie Hebdo pada 7 Januari, disusul beberapa jam kemudian serangan Fontenay-aux-Roses, berlanjut pada 8 Januari di Montrouge, dan 9 januari di Dammartin-en-Goële dan Porte de Vincennes. Total korban jiwa pada serentetan aksi ini adalah 20 orang dan sebanyak 22 orang luka-luka. Tiga pelaku berhasil diidentifikasi yaitu Saïd  Kouachi, Chérif Kouachi, dan Amedy Coulibaly.