Brilio.net - Upacara 17 Agustus merupakan acara wajib untuk memperingati kemerdekaan bangsa ini. Setiap sekolah selalu menyelenggarakan upacara seperti ini. Selain Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), yang tidak kalah menarik adalah peserta upacaranya itu sendiri.

Banyak karakter dan sifat yang berbeda jika kamu amati saat upacara bendera. Berikut adalah tipe-tipe pelajar saat upacara 17 Agustus di sekolah sebagaimana dihimpun oleh brilio.net dari berbagai sumber, Jumat (14/8).

1. Perut keroncongan

7 Tipe pelajar saat upacara 17 Agustus di sekolah

Pelajar yang sering mengalami hal ini biasanya tidak sarapan sebelum berangkat. Alhasil, mereka harus berjuang sampai akhir selesai dengan perut yang berbunyi, berdiri lagi.

Loading...

2. Pura-pura sakit

7 Tipe pelajar saat upacara 17 Agustus di sekolah

Untuk menghindari panasnya sinar matahari, ada seseorang yang mengaku sakit. Trik ini digunakan untuk meneduh dan beristirahat di UKS (Unit Kesehatan Siswa) sampai upacara selesai.

3. Tukang gosip

7 Tipe pelajar saat upacara 17 Agustus di sekolah

Terkadang memang upacara memang memakan waktu yang cukup lama. Selain itu, bagian amanat pembina upacara juga sangat lama. Untuk menghindari rasa bosan, maka bergosip alias ngobrol bisa menjadi senjata.

4. Ngantuk/tidur

7 Tipe pelajar saat upacara 17 Agustus di sekolah

Peserta upacara memang unik. Bahkan sambil berdiri pun juga bisa tidur. Keren kan?

5. Tukang lipsync

7 Tipe pelajar saat upacara 17 Agustus di sekolah

Tidak cuma artis saja yang sering melakukan lipsync, peserta upacara juga bisa. Ada beberapa siswa yang cuma menggerakkan bibir tanpa mengeluarkan suara saat menyanyikan lagu Indonesia Raya.

6. Barisan belakang

7 Tipe pelajar saat upacara 17 Agustus di sekolah

Posisi di barisan belakang memang sangat menguntungkan. Posisi ini sangat strategis untuk ngobrol atau tidur. Bahkan posisi ini sangat istimewa.

7. Tukang terlambat

7 Tipe pelajar saat upacara 17 Agustus di sekolah

Meskipun sudah diumumkan bahwa upacara akan dilaksanakan pukul 07.00, masih ada yang terlambat. Apakah ini cara untuk menghargai kemerdekaan?