Brilio.net - Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara? Ya, dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 34 ayat 1, memang tertulis begitu, tapi kenyataannya negara belum mampu mengatasi kemiskinan yang ada di Indonesia ini. Orang terlantar pun masih banyak berkeliaran di berbagai sudut jalan.

Maka tak aneh jika kemudian banyak muncul berbagai komunitas yang memberikan kepedulian mereka terhadap kaum pinggiran. Mereka saling memberikan langkah konkret untuk membantu orang-orang yang kurang beruntung ini. Luar biasa ya...

Nah, berikut 6 komunitas atau gerakan peduli kaum miskin dan orang terlantar:

1. Berbagi Nasi

Foto: twitter.com/berbaginasi_DIY

Komunitas Berbagi Nasi menjadi salah satu komunitas yang cukup sukses memberikan perhatikan kepada orang-orang yang ada di jalanan. Komunitas ini berkeliling kota untuk membagikan nasi bungkus gratis kepada mereka yang kurang mampu ini.

Berawal di Bandung, komunitas ini sekarang telah menyebar di puluhan daerah di Indonesia, mulai dari Jakarta, Yogyakarta, Kudus, Kediri, Medan, Batam, hingga Pontianak. Tak hanya melulu berbagi nasi kepada orang-orang yang ada di jalan, komunitas ini telah melebarkan kepedulian dengan membuka donasi untuk berbagi buku dan berbagi matras.

Baca juga:  di sini

2. Klinik Jalanan

Foto: dok. istimewa

Prihatin dengan banyaknya anak jalanan yang kecanduan menghirup aroma lem (ngelem), Haerdy Pratama Wijaya (23), mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman tergerak untuk membentuk Klinik Jalanan. Dibantu lima temannya, Haerdy melakukan rehabilitasi terhadap anak jalanan yang sudah terlanjur kecanduan aroma lem.

Klinik Jalanan ini merupakan salah satu pengembangan dari komunitas Laskar Anjal yang sebelumnya telah dibentuk Haerdy. Selain melakukan rehabilitasi dan juga pemberian motivasi, Klinik Jalanan juga akan memberikan bekal studi kepada anak-anak jalanan. Mereka berharap setelah keluar dari Klinik Jalanan, anak-anak itu tak kembali lagi ke jalanan.

Selengkapnya baca:  di sini

3. Komunitas Ketimbangngemis

Foto: dok. istimewa

Komunitas ini merupakan salah satu komunitas sukses yang melebarkan sayapnya di berbagai daerah. Saat ini telah ada 40 regional Ketimbangngemis yang tersebar di Indonesia. Berbeda dengan komunitas lainnya yang memberikan bantuan kepada kaum papa, Ketimbangngemis memilih gerakan untuk mempromosikan dagangan pedagang di pinggiran jalan.

Mereka menghargai orang-orang yang memilih berjualan daripada mengemis. Lewat akun Instagramnya, mereka mempromosikan dagangan orang-orang yang berani untuk tidak mengemis walaupun kondisi fisik yang sudah tidak bugar lagi.

Selengkapnya baca: di sini

4. Save Street Child

Foto: facebook.com/SSChildJogja

Save Street Child telah hadir di berbagai daerah di Indonesia sebagai wadah penggerak yang peduli terhadap permasalahan anak jalanan. Komunitas ini berusaha untuk memanusiakan mereka kembali dengan fokus pada kegiatan-kegiatan yang bisa diikuti oleh semua lapisan masyarakat. Kegiatan yang dilakukan cukup banyak, dengan lebih berfokus pada diseminasi dan kampanye kepedulian tentang anak jalanan.

5. Buku Untuk Papua (BUP)

Foto: dok.istimewa

Komunitas ini berfokus pada bantuan buku sebagai penunjang pengetahuan untuk anak-anak di Papua. Programnya antara lain membantu berbagai inisiatif literasi di Papua seperti rumah baca, komunitas buku, atau sekolah yang membutuhkan buku untuk menambah koleksi perpustakaan. Nah, BUP ini memanfaatkan media sosial untuk mengumpulkan donasi buku.

Awal mulanya BUP hanya menyediakan buku-buku untuk rumah baca yang ada ada di Papua, namun semakin banyaknya rumah baca yang berminat untuk bekerja sama dengan BUP pada akhirnya BUP pun mengumpulkan buku untuk rumah baca di seluruh Indonesia.

Baca juga: di sini

6. Jogja Ayo Berbagi (JAB)

Foto: Brilio/Gufron Salim

Digerakkan oleh anak muda, komunitas ini berfokus memberikan bantuan kepada anak yatim piatu. Mereka menganggap kemiskinan dan ketertinggalan dari segi pendidikan bagi anak-anak yatim piatu dan dhuafa tidak saja menjadi tanggung jawab pemerintah. Kepedulian yang mereka maksud nggak hanya berupa donasi, tetapi juga bisa menjadi kaki dan tangan untuk menyalurkan sumbangan para donatur.

Kepedulian mereka juga dilakukan dengan mengajak anak yatim piatu dan dhuafa itu berjalan-jalan ke tempat wisata terdekat. Baca juga: di sini

Itulah 6 komunitas yang peduli terhadap kaum papa, orang pinggiran, maupun orang-orang miskin yang membutuhkan. Komunitas-komunitas tersebut kebanyakan digagas oleh anak-anak muda. Hal itu membuktikan jika masih banyak anak muda yang memberikan perhatian terhadap keadaan sekitar. Tentu tak hanya 6 komunitas itu, masih banyak komunitas lain di Indonesia yang mempunyai visi dan misi yang serupa. Kamu udah bikin komunitas apa guys?

(brl/fen)

(brl/fen)