Brilio.net - Mengalami kegagalan dalam sebuah hubungan itu biasa. Apalagi di usia kita yang masih muda. Nggak perlu sedih atau pun putus asa dulu meski belum juga mendapat tambatan hati kembali. Kamu hanya perlu membuka kembali hatimu lagi.

Menurut Jed Diamond, seorang Psikolog dan juga peneliti umumnya manusia harus melewati 5 tahap dulu sebelum mendapatkan cinta sejatinya. Apa saja ya dan kamu sudah sampai mana sih? Berikut ini 5 tahapan kamu untuk temukan cinta sejati seperti dilansir brilio.net dari Brightside, Jumat (28/10):

1. Jatuh cinta

5 tahap cinta © 2016 brilio.net

foto: giphy

Menemukan orang yang kamu sayng bisa merangsang hormon kebahagiaan. Di awal hubungan biasanya pasangan kamu akan terasa begitu ideal. Kamu pun berharap dialah yang jadi cinta sejatimu.

2. Menjadi pasangan

5 tahap cinta © 2016 brilio.net

foto: giphy

Setelah saling jatuh cinta kalian pun menjadi pasangan. Di tahap ini cinta kalian pun semakin kuat dan bisa mengenal satu sama lain. Kamu dan pasangan akan saling melindungi dan menjadi orang paling diinginkan. Nah, tahap ini mungkin sama dengan kamu yang sedang berpacaran. Bisa saja usianya hanya beberapa bulan namun juga bisa sampai bertahun-tahun.

3. Kekecewaan

5 tahap cinta © 2016 brilio.net

foto: giphy

Ini adalah tahap di mana harapanmu mulai berlari. Ketika kesan pertama kamu pada pasangan mulai menghilang. Pertengkaran ataupun pengkhianatan kadang menjadi penyebabnya. Tapi, percayah kecewa dalam hidup adalah sebuah pelajaran yang berharga.

4. Membuat cinta itu 'nyata'

5 tahap cinta © 2016 brilio.net

foto: giphy

Kamu boleh saja kecewa, tapi jika kamu tak lolos di tahap ketiga gimana kamu akan sampai ke cinta sejatimu? Mulai lagi dengan orang lain boleh saja namun yang perlu kamu lakukan jangan sampai kecewa lagi. Caranya, lebih menerima pasangan kamu akan membuat kamu lebih bahagia.

5. Bersama-sama adalah 'kekuatan'

5 tahap cinta © 2016 brilio.net

foto: giphy

Dua kekuatan yang jadi satu bisa menjaga cinta ini. Bukan hanya kamu yang berjuang, namun pasanganmu pun demikian. Jika bersamanya kamu bisa berkembang dan saling mendukung, kenapa tidak? Nah, jika sudah sampai di tahap ini kamu hanya perlu berkata dalam dirimu 'Dia adalah orang yang ditakdirkan untuk saya'.