Brilio.net - Hewan yang satu ini oleh banyak orang akan selalu dihindari. Kecoak, jenis hewan yang termasuk dalam golongan serangga ini memang sering bikin jijik.

Tapi, tahukah kamu ternyata hewan yang banyak dibenci ini memiliki kelebihan yang unik dan tidak dimiliki hewan lainnya? Berikut fakta unik tentang kecoak yang telah dikumpulkan brilio.net dari berbagai sumber, Rabu (22/4).

1. Kecoak terdapat di manapun

Dari hasil penelitian yang dipublis Universitas Illinois di Chicago AS, serangga jenis ini memang sangat mudah dijumpai di belahan bumi manapun. Kecoak dapat hidup dengan berbagai kondisi suhu, kecuali kondisi cuaca ekstrim. Para peneliti pun telah membuktikan bahwa kecoak hampir terdapat di seluruh negara kecuali di wilayah kutub.

2. Kecoak adalah hewan tertua

Loading...

Selain membuktikan perihal kecoak yang hampir terdapat di seluruh dunia, baru-baru ini peneliti Prof Christopher Comer, ahli saraf dari Universitas Illinois di Chicago AS, mengungkapkan bahwa kecoak telah ada di bumi sejak 350 juta tahun yang lalu. Artinya, kecoak lebih dulu ada ketimbang dinosaurus. Lebih menakjubkannya lagi, kecoak berhasil bertahan hidup dan tidak punah seperti dinosaurus. Wah, keren.

3. Kecoak memiliki radar pendeteksi rasa takut

Nah, ini hal penting yang perlu kamu ketahui bagi yang fobia dengan kecoak. Jangan heran kalau saat kamu takut dan kecoak langsung menghampirimu, sebab kecoak memiliki radar yang dapat mendeteksi rasa takut orang yang berada disekelilingnya. Universitas Case Western di Cleveland berhasil menemukan tentang keberadaan saraf dan sistem motorik dari kecoak ini sangat mengangumkan.

4. Kecoak pelari yang hebat

Berdasarkan penelitian Prof Christopher Comer, ahli saraf dari Universitas Illinois di Chicago AS, keunggulan kecoak berikutnya adalah kecoak merupakan pelari yang hebat. Kecoak mampu berlari 5 km/jam.

5. Kecoak memiliki sistem sensomotorik yang independen

Salah satu yang menjadikan kecoak mengagumkan dari serangga lainnya adalah sistem sensorik yang dimiliki kecoak independen. Sesuai hasil penelitian Universitas Case Western di Cleveland Ohio, AS, sistem sensomotorik yang berada di kepala dan di kaki dapat berfungsi meskipun salah satunya rusak.