Brilio.net - Bhutan adalah sebuah negara kecil di Asia Selatan yang berbentuk kerajaan dan dikenal dengan Negeri Naga Guntur. Wilayahnya terhimpit antara India dan Republik Rakyat Tiongkok. Nama lokal negara ini adalah Druk Yul, artinya "Negara Naga". Gambar naga pun didapati di benderanya.

Negaranya kecil namun memiliki penduduk yang bahagia. Kok bisa? Inilah 10 alasannya, seperti dikutip brilio.net dari situs lifehack.org.

1. Sisi spiritual dan materi dipenuhi secara seimbang

Kehidupan di dunia barat menciptakan pandangan bahwa seseorang akan merasa lebih bahagia ketika memiliki iPhone terbaru ataupun fashion terbaru. Ini akan menimbulkan stres yang tidak perlu ketika pemenuhan 'kebutuhan' tersebut tidak terjadi. Di Bhutan, efek globalisasi yang melanda masyarakatnya adalah tren 10 tahun yang lalu di dunia barat. Begitulah cara mereka mengkondisikan masyarakatnya agar seimbang antara urusan siritual dan materinya. Mereka tak peduli ketika tak update teknologi terbaru. Mereka tetap bahagia dengan kehidupan mereka.

2. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tercepat di dunia

Loading...

Ketika masyarakat berbondong-bondong menghasilkan uang, akan berpengaruh pada PDB suatu negara. PDB merupakan nilai keseluruhan semua barang dan jasa yang diproduksi di dalam wilayah tersebut dalam jangka waktu tertentu (biasanya per tahun) tanpa memasukkan pendapatan faktor produksi dari luar negeri yang bekerja di negara tersebut. PDB Bhutan tumbuh stabil dalam beberapa tehun terakhir. Dengan mengizinkan India berinvestasi besar-besaran dalam tenaga air di negaranya, kekayaan Bhutan meningkat secara drastis dan tidak perlu bekerja terlalu keras.

3. Tak acuh terhadap TV, radio, dan internet

Ketiga 'benda' itu sesungguhnya mampu menciptakan perasaan tak nyaman. Di TV, kamu bakal lihat perempuan cantik yang punya banyak uang dan bikin orang-orang iri serta marah. Di internet betebaran berita negatif. Dari media sosial telah membuat bingung bercampur marah. Kalau kamu tidak kecanduan terhadap hal-hal tadi, hidupmu akan lebih baik.

4. Separuh wilayah negaranya berupa taman nasional yang dilindungi

Lingkungan adalah urusan penting bagi masyarakat Bhutan. Hampir 50% wilayahnya adalah taman nasional. Hutan, hewan, dan lingkungan benar-benar dilindungi. Bahkan negara mengumumkan, dalam waktu dekat 60% wilayah negaranya akan bebas dari penebangan hutan yang sifatnya menggusur lahan. Menjaga lingkungan tetap lestari mampu membuat masyarakatnya bahagia.

5. Mayoritas beragama Budha

Budha adalah salah satu agama yang menenangkan dan membahagiakan. Mereka percaya bahwa orang yang semasa hidupnya baik dekat dengan-Nya dan mereka akan bereinkarnasi menjadi makhluk yang lebih baik lagi. Ini mendorong para pemeluknya berbuat baik kepada sesama. Saling berbuat kebaikan membuat mereka hidup damai dan bahagia.

6. Mengukur kebahagiaan mereka sendiri

Mengukur kebahagiaan? Ya, ini bukan hal aneh di Bhutan. Masyarakat di sana menggunakan suatu indikator bernama Gross National Happiness (GNH) yang disediakan pemerintah. Pemerintah memang tidak mampu menciptakan kebahagiaan secara sempurna kepada masyarakatnya. Tetapi mereka berupaya menciptakan dan mengukur kebahagiaan masyarakatnya. Ini membuat kebahagiaan tersendiri bagi pemerintah Bhutan sebab dianggap tidak dimiliki oleh pemerintah negara lain.

7. Tempat tinggal yang indah

Bhutan terletak di Pegunungan Himalaya yang mana lebih dari 60% wilayahnya berupa hutan dan gurun yang belum terjamah. Banyak orang datang ke sini untuk liburan. Tinggal di sana terasa lebih layak, aman, dan menyajikan pemandangan yang nyaman dibanding wilayah yang sehari-harinya hanya dipenuhi bangunan beton.

8. Tak ada jarak antara masyarakat dengan pemimpin

Masyarakat Bhutan sangat dekat satu sama lain. Seorang juralis pernah mengamati seorang pemuda yang bermain bola basket dengan anak-anak di ruang publik. Si jurnalis ikut bermain dan berkenalan dengan pemuda itu. Ternyata terungkap bahwa pemuda itu adalah pangeran Bhutan. Kedekatan antara masyarakat kasta yang satu dengan kasta yang lain mendorong satu sama lain untuk saling menyukai.

9. Punya durasi istirahat ideal

Menurut survei nasional, sekitar 2/3 masyarakat Bhutan tidur sedikitnya 8 jam setiap malam. Durasi ini jauh lebih banyak ketimbang negara-negara terkemuka di dunia, terutama negara industri. Keuntungan tidur cukup adalah penigkatan kebahagiaan, produktivitas, dan kesehatan. Suatu negara yang masyarakatnya tidur cukup akan memberi kontribusi yang baik dan budaya yang menginpirasi untuk berbuat sesuatu yang berbeda (kreatif).

10. Sedikit polusi

Salah satu efek dari kesadaran menjaga lingkungan adalah berkurangnya polusi. Wilayah mereka memang sedikit ada pencemaran yang disebabkan dari mobil. Akan tetapi mereka sangat jauh dari pabrik dan bisnis penghasil limbah yang menyebabkan polusi besar-besaran. Ini membuat udara, air, serta tanah tidak tercemar. Ini sebabnya pemandangan di Bhutan masih tampak asri.

Bhutan relatif baru dikenal secara luas sebab mereka memilih mengisolasi wilayah mereka sendiri dalam waktu yang lama. Inilah alasan mengapa masyarakat Bhutan memiliki nilai-nilai kuno dan tampak 'tertinggal' dengan standar zaman sekarang.

Namun bukan berarti tak ada pelajaran berharga yang bisa dipetik. Nilai-nilai kuno mereka sungguh membuka mata kita!