Brilio.net - Saat ini banyak sekali tempat-tempat hang out anak muda yang modern. Tak dipungkiri bahwa lebih banyak anak muda yang lebih memilih pergi ke mal-mal atau cafe untuk menghabiskan hari libur atau waktu luangnya. Lalu pertanyaannya adakah anak muda yang memilih museum sebagai tempat hang out sekaligus belajar? Pasti sedikit jumlahnya.

Duta Museum DIY tahun 2014 Erwin Djunaedi (23) kepada brilio.net, Jumat (9/10), mengatakan, meskipun telah ada pencanangan Gerakan Nasional Cinta Museum sejak tahun 2010 lalu, nyatanya generasi muda belum banyak yang senang ke museum karena museum masih dianggap kurang menarik dan kurang mengakomodasi minat anak muda. "Paling banter anak muda yang datang untuk berselfie ria, sedikit yang benar-benar ingin belajar di museum" terangnya.

Erwin pun menambahkan harus ada langkah yang seris diambil oleh pemerintah atau pengelola museum untuk menarik kembali dan membangkitkan kejayaan kunjungan ke museum. "Perlu program-program yang unik dan menarik untuk mampu menarik hati generasi muda. Museum juga harus memiliki kemasan atau tampilan yang up to date mengikuti perkembangan zaman, misalnya dengan menggelar nonton bareng maupun diskusi yang melibatkan komunitas anak muda secara langsung," Tutup Erwin.

Secara umum, mengapa sih anak muda malas ke museum? Berikut alasan yang brilio.net rangkum dari pendapat sejumlah anak muda.

1. Kuno

Loading...

Kesan kuno masih saja melekat pada sebuah tempat yang menyimpan banyak ilmu dan benda-benda bersejarah ini. Keberadaan museum kadang malah tidak disadari oleh sebagian besar orang. Tak heran jika banyak museum-museum yang masih sepi pengunjung.

2. Kurang terawat

Keadaan museum yang kurang terawat juga membuat daya tarik museum semakin hari semakin menurun saja. Banyak fasilitas yang tidak diperbaiki ataupun ditambah, membuat anak muda merasa kurang tertarik untuk berkunjung ke museum lagi dan lagi.

3. Membosankan

Tampilan museum yang sangat standar, hanya ruang saja dengan memamerkan benda-benda bersejarah juga dinilai sangat membosankan. Tidak ada kreativitas pengemasan yang unik dari pengelola untuk menarik minat pengunjung. Sehingga museum banyak yang dibiarkan begitu adanya dari awal pembangunan.

4. Museum hanya untuk anak TK dan SD

Kebanyakan yang berkunjung ke museum adalah anak-anak TK maupun SD yang difasilitasi pihak sekolah. Hal ini membuat citra bahwa museum cocoknya untuk anak-anak.