Brilio.net - Para ilmuwan sekarang dapat menyusun seluruh sejarah infeksi virus yang mungkin kamu alami dengan menggunakan setetes darah. Sebuah tes, yang masih dalam fase percobaan, disebut VirScan dapat mendeteksi semua virus yang pernah menginfeksi pasien, termasuk orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah. Penelitian ini sendiri sudah tercatat dalam jurnal internasional Science.

Saat kita telah sembuh dari sakit, sistem kekebalan tubuh akan "berhadapan" dengan infeksi. Itu sebabnya vaksin bekerja dan alasan kamu tidak mengalami cacar air untuk kedua kalinya. Sebab memang, dalam beberapa hari setelah infeksi virus, sistem kekebalan tubuh menghasilkan antibodi terhadap virus tersebut. Dan, bahkan ketika infeksi telah bisa diatasi, sistem kekebalan tubuh membuat antibodi cadangan yang siap menjaga tubuh dari virus selanjutnya. VirScan sendiri berfungsi mengidentifikasi infeksi bahwa tubuh telah ditangani bertahun-tahun dengan tes antibodi.

Dikutip brilio.net dari laman Mental Floss, Selasa (9/6), para peneliti dari Harvard University dan beberapa lembaga internasional menguji sampel darah dari 569 pendonor di empat benua. Tes berlaku untuk 206 virus dan lebih dari 1000 mikroorganisme (bisa virus, jamur, atau bakteri). Rata-rata, berdasarkan adanya antibodi, orang telah terkena setidaknya sekitar 10 virus, walaupun ada dua orang yang menunjukkan pernah "melawan" virus setidaknya sebanyak 84.

Dengan adanya penemuan tersebut, pasien bisa "terpuaskan" rasa ingin tahunya. Di samping itu, tes tersebut bisa membantu para ilmuwan menentukan hubungan antara infeksi yang terjadi sebelumnya dengan penyakit baru. Mengetahui ketika orang terkena virus tertentu juga bisa meningkatkan waktu untuk vaksinasi sejak masih masa kanak-kanak. Besarnya biaya tes tersebut di Amerika Serikat sana adalah USD 25 atau sekitar Rp 334.000 (berdasarkan nilai tukar atas 9 Juni 2015).

BACA JUGA:

Loading...

Kamu pekerja kantoran? Kamu sangat perlu berdiri minimal 2 jam sehari

Ini cara mengurangi jumlah kalori ketika memasak nasi mengurangi kalori saat menanak nasi

Trik mudah atasi reseleting suka melorot maupun susah ditarik

Mau mendaki Gunung Merapi? Berikut tips amannya

Ini yang harus dipersiapkan untuk pendaki gunung pemula

Ini 6 cara untuk merawat anak-anak autis

Ini 10 gejala autisme yang perlu kamu tahu gejala autisme