Brilio.net - Dunia hiburan Tanah Air kembali dirundung duka dengan meninggalnya komedian Budi Anduk. Pelawak kelahiran Jakarta, 8 Febuari 1968 itu meninggal karena mengidap penyakit paru-paru basah. Selain Budi, tercatat ada sejumlah pelawak Indonesia meninggal di usia yang relatif masih muda, seperti Olga Syahputra, Ade Namnung, dan Dono Warkop DKI.

Banyaknya kasus kematian para komedian di usia muda tentu bukan suatu kebetulan semata. Bahkan para ilmuwan meyakini bahwa ada hubungan signifikan antara selera humor yang tinggi dengan kematian prematur. Ada banyak studi yang menyebut orang yang lucu rentan terkena masalah kesehatan dan meninggal di usia muda.

Gil Greengross, seorang psikolog dan antropolog asal University of New Mexico menulis sejumlah fakta mengejutkan tentang orang humoris berdasarkan beberapa penelitian. Orang yang punya selera humor tinggi cenderung menerapkan gaya hidup yang kurang sehat. Dilansir brilio.net dari psychology today, Senin (11/1), dalam sebuah studi disebutkan orang dengan skor humor yang tinggi biasanya mengalami obesitas, merokok, dan berisiko tinggi terkena penyakit kardiovaskular.

Temuan ini tentu saja muncul bukan tanpa alasan yang jelas. Orang periang dengan selera humor yang bagus cenderung mengabaikan kesehatan dirinya sendiri. Mereka juga berpotensi menerapkan kebiasaan tidak sehat, seperti merokok, minum alkohol, dan mengonsumsi obat terlarang. Jika gejala dan pemicu penyakit ini tidak segera diperiksakan ke dokter, bukan tidak mungkin mereka akan mengalami masalah kesehatan di kemudian hari.

Sementara itu, standup comedy disebut sebagai profesi dengan tingkat stres yang tinggi. Dengan adanya kompetisi yang ketat serta tekanan agar membuat penonton tertawa lebar, mereka akan mudah mengalami depresi dan menerapkan pola hidup yang tidak sehat. Kita masih ingat kasus komika Dodit Mulyanto yang terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena serangan jantung. Belakangan diketahui, Dodit ternyata seorang perokok berat.

Loading...

Ini seakan menjadi bukti bahwa hidup seorang pelawak tidak selalu bahagia seperti kebanyakan orang bayangkan. Sebaliknya, mereka akan mengalami stres luar biasa jika tidak mampu menghibur dan membuat pemirsa tertawa.

Selain para komedian, studi terbaru yang meneliti obituari terbitan New York Times menemukan bahwa atlet dan profesi penghibur lainnya juga rentan mengalami mati di usia muda. Profesi penghibur ini termasuk penyanyi, aktor, komedian, dan penari.

Dari berbagai temuan dan studi tersebut, dapat disimpulkan bahwa menjadi orang kreatif dan terkenal mungkin tidak selalu berdampak baik pada diri sendiri. Terlepas dari itu, ada banyak pelawak yang nyatanya memiliki umur panjang jika mereka mampu mengatasi stres serta masalah kesehatan lainnya yang dapat memperpendek usia mereka.

Kuncinya, memperhatikan kesehatan diri sendiri, menerapkan gaya hidup sehat, serta menghindari stres penting dilakukan agar terhindar dari berbagai risiko penyakit.