Brilio.net - Anak muda zaman sekarang itu kreatif banget dan nggak bisa diem. Makanya banyak yang selain sibuk dengan aktivitas kuliah ternyata juga mengambil kerja paruh waktu, seperti jadi penyiar, reporter, pelayan restoran, dan lain sebagainya.

Lumayan kan, nggak boring gara-gara bingung nggak ngapa-ngapain, tapi juga bisa dapat tambahan uang saku. Siapa yang nggak tergoda kalau kayak gini ceritanya, ya kan?

Kuliah sambil bekerja memang menyenangkan, tapi hati-hati, menurut penelitian yang dilakukan oleh Allison Vaughn, seorang psikolog peneliti dari San Diego University, seperti dilansir brilio.net dari Reuters, Kamis (30/7), mahasiswa yang juga bekerja ternyata memiliki risiko lebih besar untuk memiliki masalah mental dalam dirinya.

Hal ini sendiri disimpulkan berdasarkan penelitian yang dilakukan kepada 170 mahasiswa bekerja yang juga terdaftar dalam kelas pengantar psikologi pada Maret 2011 yang lalu, dengan rentang usia antara 18-35 tahun dengan rata-rata berusia 20 tahun.

Hal ini nggak lain disebabkan karena ketika bekerja, tentu kita nggak pernah bisa bekerja sendiri. Dalam kata lain, kita selalu terhubung deng an rekan kerja dalam menyelesaikan segala pekerjaan. Jika mahasiswa tersebut nggak bisa membangun relasi yang baik, tentu hanya akan membawa dampak buruk yang dapat membuat mereka mengalami depresi ringan yang dalam beberapa kasus mengganggu mentalnya.

Loading...

Nggak cuma itu, mereka yang ambivalen atau bertentangan dengan atasan kerja mereka ternyata memiliki kepuasan kerja yang lebih rendah serta kurang mendukung. Bahkan dalam beberapa titik, mereka sering berpikir untuk meninggalkan pekerjaan karena merasa sangat lelah.

Tapi hal itu berkebalikan jika mahasiswa tersebut memiliki hubungan yang saling mendukung di tempat kerja mereka. Hal ini menyebabkan mereka akan lebih jarang merasa stres, cemas, serta depresi. Kepuasaan akan hasil kerja pun bahkan berada pada level yang sangat tinggi.

Penelitian ini juga membuktikan bahwa pengalaman negatif di tempat kerja, ternyata bisa berkontribusi terhadap masalah kesehatan mental pada mahasiswa yang juga bekerja. Nah kalau kamu sendiri, bagaimana hubunganmu di tempat kerja? Jangan lupa untuk bahagia ya?.