Brilio.net - Siapa bilang generasi milenial nggak pernah peduli lingkungan hidup. Buktinya, ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta begitu antusias mengikuti kegiatan gerakan Siap Sadar Lingkungan (Siap Darling) yang diinisiasi Bakti Lingkungan Djarum Foundation di kompleks Candi Prambanan, Rabu (26/6).

Selain menanam, tak sedikit mahasiswa yang membawa pulang bibit pohon untuk ditanam di lingkungan masing-masing. Dalam kegiatan perdana gerakan Candi Darling ini kurang lebih ada 500 mahasiswa diantaranya dari  Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Sanata Dharma, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Universitas Atmajaya Yogyakarta, Institut Seni Indonesia, Universitas Kristen Duta Wacana, dan beberapa universitas lain.

Siap Darling © 2019 brilio.netVice President Director Djarum Foundation, FX Supanji (kiri) melakukan penanaman pohon di acara Siap Darling (Brilio.net/yani andryansjah)

“Ke depan kita harapkan semakin banyak mahasiswa yang peduli terhadap cagar budaya ditambah dengan menjaga pelestarian lingkungannya untuk menarik wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri sehingga bisa mendatangkan devisa bagi negara dan secara tidak langsung untuk masyarakat sekitar,” ujar Vice President Director Djarum Foundation, FX Supanji.

Seperti apa ya kegiatan Siap Darling yang sejatinya merupakan gerakan menyintai cagar budaya dan lingkungan hidup? Berikut 7 faktanya.

Loading...

1. Ratusan bibit pohon dan ribuan semak berbunga

Siap Darling © 2019 brilio.netBrilio.net/yani andryansjah

Kurang lebih 250 pohon dan 5.000 semak berbunga yang terdiri dari 25 varietas pohon dan semak berbunga ditanam di sekitar Candi Bubrah, Candi Lumbung, Candi Sewu, dan Candi Roro Jonggrang. Bibit-bibit tanaman tersebut berasal dari Pusat Pembibitan Tanaman (PPT) Bakti Lingkungan Djarum Foundation di Kudus.

2. Gerakan konservasi dan heritage

Siap Darling © 2019 brilio.netBrilio.net/yani andryansjah

Gerakan Siap Darling mengajak generasi milenial bukan hanya sekedar peduli lingkungan, namun terlibat langsung dalam melakukan aksi nyata, bergerak bersama-sama dan mengejar mimpi masa depan tanpa menambah jejak-jejak kerusakan pada bumi. Program ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki dan bangga dikarenakan milenial turut berperan serta menghijaukan situs-situs cagar budaya Indonesia serta menularkannya kebiasaan baik ini di masyarakat luas. Harapan jangka panjang adalah langkah ini akan menciptakan ekosistem lingkungan yang berkelanjutan.

3. Penghijauan candi di seluruh Indonesia

Siap Darling © 2019 brilio.netBrilio.net/yani andryansjah

Tak hanya di Kawasan Candi Prambanan, Siap Darling melalui program Candi Darling juga sudah membidik candi-candi lain untuk dihijaukan. Program ini ditargetkan berakhir pada tahun 2025 dengan menyasar seluruh candi yang ada di Indonesia. 

Untuk itu, Siap Darling membuka kesempatan bagi para Mahasiswa untuk terlibat dalam program Candi Darling selanjutnya melalui situs ini dan bergabung sebagai Darling Squad yang akan bersama-sama menebarkan semangat dan aksi untuk memperbaiki bumi. Diprioritaskan akan ada 60 candi di Pulau Jawa yang akan dihijaukan dalam program ini.

4. Melibatkan Andovi da Lopez dan Igor Saykoji

Siap Darling © 2019 brilio.netKapanLagi.com/Akrom Sukarya

Kegiatan Candi Darling ini juga melibatkan youtuber Andovi da Lopez dari Skinny Indonesian 24 serta rapper, Igor Saykoji dalam sebuah talkshow yang mengangkat tema mengenai fenomena pemanasan global. Acara bincang ini dipandu Tommy Tjokro.

Menurut Andovi, pemanasan global merupakan masalah serius yang perlu mendapat perhatian semua pihak termasuk generasi milenial. Karena itu perlu tindakan sesegera mungkin tanpa menunggu hari esok.

“Mulailah dengan hal-hal sederhana, seperti buang sampah ke tempat yang seharusnya, dan pilahlah sampah sesuai jenisnya. Kita harus mengubah diri kita sendiri, sebelum kita bisa mengajak orang lain untuk berubah,” ujar Andovi.

5. Saykoji ngomongin sampah plastik juga lho

Siap Darling © 2019 brilio.netKapanLagi.com/Akrom Sukarya

Saat ini tidak terbantahkan bahwa Indonesia sebagai negara penyumbang plastik terbanyak kedua di dunia setelah Tiongkok. Sudah jamak diketahui bahwa sampah plastic sangat sulit terurai. Inilah yang membuat Saykoji tertarik memberikan edukasi soal dampak dan tata kelola dari penggunaan plastik termasuk penghijauan demi kelestarian alam.

“Gerakan bersama mahasiswa seperti menanam pohon ini menunjukkan adanya harapan yang besar untuk memiliki lingkungan yang lebih baik di masa yang akan datang,” ujar Saykoji.

6. Salah satu wisata favorit

Siap Darling © 2019 brilio.netBrilio.net/yani andryansjah

Kawasan Candi Prambanan merupakan salah satu destinasi wisata favorit yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah. Menurut General Manager PT Taman Wisata Candi (TWC) Unit Candi Prambanan, Aryono Hendro Malyanto, kunjungan wisatawan ke Candi Prambanan pada tahun 2018 mencapai lebih dari 2,4 juta wisatawan baik wisatawan nusantara maupun mancanegara. “Pada Libur lebaran kemarin mencapai lebih 50 ribu pengunjung yang berwisata di tempat ini,” ungkap Aryono. 

Kawasan Candi Prambanan yang terletak di Kabupaten Klaten Kabupaten Sleman ini memiliki empat candi yaitu Candi Roro Jongrang, Candi Bubrah, Candi Lumbung dan Candi Sewu. Peninggalan leluhur ini adalah warisan cagar budaya yang sangat berharga dan harus kita lestarikan bersama keberadaannya.

7. Menumbuhkan kepedulian milenial

Siap Darling © 2019 brilio.netBrilio.net/yani andryansjah

Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya DIY, Zaimul Azzah meyakini melalui gerakan Sap Darling akan semakin menumbuhkan rasa cinta di mata generasi muda terhadap peninggalan para leluhurnya. Terlebih, Kompleks Candi Prambanan dan Candi Sewu termasuk dalam daftar UNESCO yang artinya diakui sebagai warisan dunia.

“Dengan teduhnya wilayah candi, bukan tidak mungkin generasi milenial ini akan semakin sayang dengan peninggalan sejarah. Dan paradigma sejarah itu membosankan akan hilang dengan semakin cantiknya candi-candi di Indonesia,” tutur Azzah.

Jadi, mulai sekarang kamu harus peduli lingkungan hidup dan cagar budaya sebagai warisan leluhur ya.