Brilio.net - Berlibur ke Solo memiliki segudang destinasi yang menarik. Mulai dari wisata budaya, kuliner, hingga berbagai museum. Museum di Solo juga beragam loh, salah satunya adalah Tumurun Private Museum atau dikenal dengan Museum Tumurun.

Museum tumurun © 2019 brilio.net

Museum tumurun
© 2019 brilio.net/Syifa

Menurut pemandu wisata, Sofyan Prasetyo nama Museum Tumurun ini berasal dari kata tumurun yang berarti turun menurun. Tumurun Private merupakan museum pribadi milik anak dari pendiri perusahaan tekstil terbesar Asia, PT. Sritex. Iwan Kurniawan Lukminto mendirikan museum ini sebagai bentuk penghormatan kepada sang Ayah, HM Lukminto, seorang kolektor dan penikmat karya seni.

Museum tumurun © 2019 brilio.net

Museum tumurun
© 2019 brilio.net/Syifa

"Inspirasi awalnya, karena ayahnya Pak Iwan ini punya mobil Mercy pertama. Pas meninggal enggak ada yang merawat makanya beliau bikin space besar untuk menampung koleksi sang ayah. Semua karya beliau sudah jadi koleksi pribadi," ujar Sofyan saat ditemui brilio.net di Solo, Jawa Tengah.

Museum ini terdiri dari dua lantai. Lantai dasar berisi koleksi contemporary art, lalu di lantai atas untuk koleksi modern art. Penikmat seni yang berkesempatan berkunjung ke museum ini bakalan merasakan pengalaman luar biasa. Pasalnya, mereka bisa mengenal lebih dekat lukisan asli baik dari dalam maupun luar negeri. Namun akses wisatawan hanya dibatasi di lantai 1 saja.

Museum tumurun © 2019 brilio.net

Museum tumurun
© 2019 brilio.net/Syifa

"Lantai dua ini memang lukisan-lukisan yang usianya sudah sangat tua dan kita sangat menjaga sekali. Kita belum membuka untuk umum. Karena lukisan di lantai dua memiliki nilai seni yang sangat tinggi," jelasnya.

Museum ini berlokasi di Jalan Kebangkitan Nasional No. 8, Solo. Ada banyak karya seni milik para seniman mulai dari Affandi, Hendra Gunawan, Eko Nugroho, Basoeki Abdullah, Raden Saleh, dan Wedhar Riyadi.

Museum tumurun © 2019 brilio.net

Museum tumurun
© 2019 brilio.net/Syifa

Untuk bisa berkunjung ke sini, pihak Tumurun tidak membebani biaya sama sekali namun harus jauh-jauh untuk berkunjung ke musem.

"Harus reservasi tujuh hari sebelum hari kunjungan di website Tumurun Private Museum," ucapnya.

Selain menikmati karya seni, pengunjung juga bisa berfoto karena suasana museum ini sangat instagenic. Cocok untuk kamu pencinta karya seni dan foto.