Brilio.net - Bagi kamu pecinta seni, saat kamu ke Bali kamu wajib berkeliling Ubud. Kenapa? karena daerah yang satu ini memang dikenal dengan para senimannya yang mendunia. Salah satu museum atau galeri yang nggak boleh kamu lewatkan adalah Antonio Blanco Museum.

Antonio Blanco adalah pelukis asal Spanyol yang sangat mencintai kebudayaan Bali. Sejak tahun 1953 dirinya memutuskan untuk menetap di Bali dan bahkan menikahi seorang penari Bali bernama Ni Ronji dan menjadikan istrinya sebagai model lukisan. Yap, Antonio Blanco memang pengagum tubuh wanita. Makanya hampir semua lukisan yang dipajang di museum tersebut menggambarkan tubuh wanita secara detail.

BACA JUGA: Tips biar uang saku nggak habis buat ngeprint tugas dan skripsi

antonio blanco  © 2016 brilio.net

antonio blanco  © 2016 brilio.net

Loading...

antonio blanco  © 2016 brilio.net

Meseum yang terletak di areal perbukitan sungai Campuhan Ubud, setiap hari museum ini tidak pernah sepi pengunjung. Sekitar 100-150 wisatawan lokal maupun mancanegara, tertarik melihat hasil karya sang maestro. Menurut wisatawan dari Spanyol, Amerika Serikat, Rusia, Jepang dan Australia yang datang ke Museum Blanco Ubud, karya lukis Antonio Blanco memiliki nilai seni yang tinggi terhadap kehidupan orang Bali.

Berbagai fasilitas juga disediakan oleh pengelola museum bagi wisatawan yang datang. Seperti restoran, art shop, toilet dan ruang santai. Cukup dengan membayar tiket Rp 30.000 (untuk wisatawan domestik) kamu bebas berkeliling di areal museum. Sedangkan untuk wisatawan asing, akan dikenakan biaya tiket masuk Rp 50.000 per orang. Jam buka museum adalah setiap hari, dari jam 09.00–17.00.

antonio blanco  © 2016 brilio.net

antonio blanco  © 2016 brilio.net

foto-foto: brilio.net/Fadila Adelin

Tidak hanya di dalam museum saja yang menarik, kamu bahkan bisa naik hingga ke balkon lantai tiga untuk melihat area museum dan alam Ubud dari ketinggian. Suasana yang sejuk ditambah dengan alunan musik khas Bali yang mengiringi bahkan membuatmu merasa ketenangan tersendiri. Kamu juga nggak perlu bingung karena banyak pemandu yang akan dengan senang hati menjelaskan apa saja yang ingin kamu ketahui.

Eits, tapi ingat ya! Di dalam museum kamu nggak boleh jepret-jepret lukisan. Kamu hanya boleh menggunakan kameramu saat sudah berada di luar galeri.