Brilio.net - Para peneliti China kini mendapat izin untuk mulai melakukan uji coba vaksin virus Corona Covid-19 kepada manusia. Izin itu diberikan oleh Pemerintah China untuk memerangi pandemi global virus Corona. Mereka berpacu dengan waktu untuk mengembangkan vaksin guna mengatasi pandemi Corona Covid-19 yang telah merenggut 7.000 nyawa di seluruh dunia.

Dilansir brilio.net dari Liputan6.com, Jumat (20/3), para peneliti di Academy of Military Medical Sciences China berafiliasi pada Chinese People's Liberation Army (PLA) menerima izin untuk merilis uji klinis tahap pertama vaksin potensial tersebut pada minggu ini.

Sementara itu para peneliti di Amerika Serikat juga tengah melakukan percobaan klinis terhadap vaksin yang dikembangkan oleh National Institure of Allergy and Infectious Diseases dan perusahaan bioteknologi Moderna pada Senin (16/3) lalu.

Tes tahap pertama.

Peneliti China © 2020 Liputan6.com/Immanuel Antonius ; STR / AFP via liputan6.com

Loading...

foto: Xinhua/Fei Maohua via liputan6.com

Data dari percobaan klinis yang dilakukan oleh peneliti China menunjukkan bahwa tes tahap pertama untuk melihat apakah vaksin tersebut aman pada manusia akan melibatkan 108 individu sehat untuk berpartisipasi pada 16 Maret hingga 31 Desember.

Uji coba ini akan dilaksanakan Academy of Military Medical Sciences dan firma bioteknologi CanSionomilik Hong Kong.

Para ahli di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, tidak mengira bahwa vaksin yang telah diuji dan disetujui akan masuk ke pasar hingga pertengahan tahun depan.

Tak ada kasus baru di Wuhan.

Peneliti China © 2020 Liputan6.com/Immanuel Antonius ; STR / AFP via liputan6.com

foto: STR/AFP via liputan6.com

Sementara itu, untuk pertama kalinya, pemerintah China mengatakan tidak ada laporan kasus baru infeksi virus Corona atau COVID-19 di Wuhan serta wilayah sekitarnya yang berada di provinsi Hubei. Dikutip dari Xinhua pada Kamis (19/3), laporan tersebut diungkap oleh otoritas kesehatan Tiongkok pada hari Rabu (18/3), waktu setempat.

Seperti diketahui, Wuhan menjadi tempat COVID-19 pertama kali ditemukan dan menyebar. Sejak saat itu, ribuan orang jatuh sakit hingga akhirnya penyakit ini menyebar ke seluruh dunia.

Namun, otoritas setempat pada hari Kamis mengatakan bahwa sudah tidak ada lagi kasus baru lagi. Adapun, 34 pasien baru yang dicatat sehari sebelumnya merupakan kasus dari luar negeri.

Ancaman kasus dari luar negeri.

Tidak adanya kasus baru di Wuhan mengurangi peningkatan transmisi domestik menjadi nol. Namun, ancaman belum selesai. Tiongkok masih harus menghadapi bahaya infeksi yang lebih besar dari luar negeri.

Zhang Boli, akademisi dari Chinese Academy of Engineering yang juga pakar terkemuka soal epidemi di Hubei mengatakan bahwa terlalu dini untuk menurunkan penjagaan.

Zhang mengatakan, Tiongkok masih harus memperkuat pertahanannya dari ancaman kasus-kasus impor dari luar negeri, perawatan ribuan pasien yang masih dalam kondisi kritis, serta merehabilitasi mereka yang baru dipulangkan dari rumah sakit.

Sebanyak 84.121 dinyatakan sembuh.

Peneliti China © 2020 Liputan6.com/Immanuel Antonius ; STR / AFP via liputan6.com

foto: STR/AFP via liputan6.com

Berdasarkan peta sebaran COVID-19 dari Center for Systems Science and Engineering buatan Johns Hopkins University, hingga Kamis, 19 Maret 2020 pukul 2.55 WIB, terdapat 218.824 kasus positif infeksi virus Corona di seluruh dunia. Total 8.810 pasien meninggal dunia dengan 84.121 dinyatakan sembuh.

Sementara di Indonesia, Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa hingga Rabu kemarin, terdapat 227 kasus positif COVID-19 dengan 19 orang meninggal dunia dan 11 pasien dinyatakan sembuh.