Brilio.net - Drone yang kita kenal selama ini dikendalikan oleh remote control. Namun lain halnya dengan drone yang satu ini. Peneliti di Arizona University tengah mengembangkan drone yang dikontrol langsung oleh otak dan tanpa remote control. Rencananya, drone yang nantinya dioperasikan dan dipandu menggunakan gelombang otak ini jika sudah siap akan digunakan untuk militer Amerika Serikat, seperti yang dilansir brilio.net dari dailymail.co.uk, Kamis (21/7).

Peneliti tersebut mengembangkan teknologi untuk membiarkan kendali manusia pada beberapa drone menggunakan pikiran yang berpusat di otak. Meskipun terdengar seperti fiksi ilmiah, namun teknologi tersebut rupanya telah tersedia. Tahap penelitian yang dilakukan oleh para peneliti tersebut telah sampai pada uji coba skuadron pesawat tanpa awak yang bisa melakukan kegiatan yang kompleks.

Drone Kendali Otak © 2016 brilio.net

Bukan hanya peneliti dari Arizona saja yang mengendalikan drone menggunakan kekuatan otak. Februari tahun lalu, peneliti asal Portugal menunjukkan penemuan terbaru mereka tentang bagaimana pilot bisa melepas, menerbangkan, memutar, dan mengubah arah drone hanya dengan menggunakan pikirannya. Sementara itu, pada bulan April di tahun yang sama, perlombaan yang melibatkan 16 pilot, yang menggunakan pikiran mereka untuk mengontrol drone di satu lapangan basket indoor telah diadakan, tepatnya di Universitas Florida.

Drone Kendali Otak © 2016 brilio.net

Loading...

Para peneliti di Human-Oriented Robotics and Control (HORC),  Arizona State University bekerjasama dengan tentara Amerika Serikat selama dua tahun terakhir, untuk mengembangkan drone ini. Tujuan dari penemuan drone ini adalah untuk mengcover tugas yang mencakup pengiriman bantuan medis untuk daerah terpencil, pencarian, dan penyelamatan lingkungan yang tidak dapat diakses dan daerah bencana. Selain itu rencananya drone ini juga dipakai untuk eksplorasi lingkungan yang tidak diketahui, mulai dari bawah air hingga ruang angkasa.

Drone Kendali Otak © 2016 brilio.net

Sistem ini bekerja menggunakan satu controller yang ditanam pada drone, dan pikiran dari sang pilot mengarahkan drone tersebut. Controller ini dilengkapi dengan 128 elektroda kabel ke komputer, yang berfungsi sebagai perangkat pencatat aktivitas listrik di otak. Penasaran seperti apa drone tersebut? Berikut ini videonya: