Brilio.net - Perkembangan sosial media yang sangat cepat membuat kejahatan di dunia maya juga semakin banyak. Namun sayangnya, banyak orang yang belum sadar bahwa kejahatan dunia maya selalu mengincar calon korbannya.

Sementara itu, tercatat ada 10 sampai 15 kasus cyber crime dalam setiap detiknya. Terlebih jika itu terjadi pada diri sendiri dan pelaku mencuri data atau aset penting untuk disalahgunakan.

Manager Information Security Blibli.com Ricky Setiadi, mengatakan bahwa sosial media merupakan faktor utama untuk melakukan kejahatan. Hal itu juga karena saat ini banyak orang yang dengan mudahnya membagikan kehidupan pribadi mereka ke sosial media.

"Sekarang dengan adanya sosial media seseorang dengan mudahnya mendapatkan data pribadi. Mungkin bagi saya itu biasa saja tapi pasti ada onkum yang menganggap bahwa hal tersebut merupakan attack factoring yang bisa dimanfaatkan," jelas Ricky kepada brilio usai acara Jenius dan BliBli Media Discussion.

Untuk menghindari kejahatan, Ricky pun memberikan tips agar lebih bijak dalam menggunakan sosial media. Brilio.net himpun beberapa tips untuk menghindari kejahatan di dunia maya, Senin (11/11).

Loading...

1. Jangan menggunakan data pribadi real.

Orang suka mengdeskripsikan diri mereka di media sosial. Misalnya memberi tahu sekolah, hobi, bahkan nomor telefon ada beberapa yang mereka cantumkan. Siapa sangka, hal kecil tersebut memiliki dampak besar untuk orang lain melakukan kejahatan.

Ricky mengimbau agar masyarakat lebih cerdas dalam menggunakan sosial media. Kalau perlu menggunakan data palsu.

"Sederhana, jadilah seorang penipu. Jangan sebarkan data real. Pakai saja fake name, data asli yang palsu," ucapnya.

2. Jangan membentuk pola.

Ini hal yang tanpa disadari sering dilakukan seseorang di sosial media. Mengunggah aktivitas yang rutin di sosial media, itu juga sangat membahayakan.

"Misalnya pemilik rumah sering unggah di sosmed jam 7 antar anak sekolah, jam 10 di mana misalnya. Nah di rumahnya cuma ada pembantu, bisa saja orang yang mau melakukan kejahatan karena sudah tahu pola si pemilik rumah dia bilang mau ambil barang karena disuruh pemilik rumah dan diizinkan. Hal yang tanpa disadari padahal itu membentuk pola," jelasnya.

3. Jangan percaya kepada siapapun di sosial media.

Banyak orang yang berpikir bahwa dengan sosial media bisa mendapatkan banyak teman. Misalnya saja banyak notifikasi pertemanan, kita dengan mudahnya menerima agar bertambah follower. Hal tersebut justru akan berdampak buruk.

Ricky mengimbau agar pengguna sosial media untuk lebih cerdas menggunakan sosial media. Dan yang terpenting jangan percaya pada siapapun orang di sosial media.

"Jangan pernah percaya siapapun di dunia cyber. Zero trush. Karena kadang-kadang kita punya account ada yang follow kita nambahin rating kita follback padahal kita enggak kenal. Secara insting follback aja ternyata yang kita follback itu orang-orang yang punya sisi negatif,kan kita enggak pernah tahu. Jadi be aware aja," pungkasnya.