Brilio.net - Kalau kamu tinggal di Jogja atau pernah merasakan berada di Kota Gudeg, tentu sudah nggak asing lagi dong dengan pasar Sunmor UGM? Sunmor UGM merupakan gabungan dari Sunday Morning alias pasar kaget di hari Minggu pagi yang berlokasi di sekitar Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

omset sunmor ugm  © 2018 berbagai sumber

Sunmor UGM/foto: brilio.net/rizki mandasari

Di kalangan mahasiswa, Sunmor UGM ini menjadi primadona. Sebab, di sana kamu bisa mengisi hari libur sambil jalan-jalan, jajan, sarapan dan juga belanja berbagai kebutuhan. Selain barang baru, di Sunmor UGM ini juga ada yang jual barang bekas. Bahkan ada juga yang jual barang kebutuhan kos hingga hewan peliharaan.

omset sunmor ugm  © 2018 berbagai sumber

Loading...

Bu Gino, penjual lontong opor di Sunmor UGM/foto: brilio.net/rizki mandasari

Bagi para pedagang, tempat ini juga berkah tersendiri. Lokasinya yang berada di sekitar kampus, membuat kawasan ini tak pernah sepi pengunjung. Itu artinya, makin besar peluang meraup rupiah dari sana.

Bu Gino, penjual lontong opor, mengaku bisa membawa pulang sekitar Rp 3 juta dalam sehari berjualan di Sunmor. Tapi, jika sedang musim hujan seperti sekarang, angkanya lebih rendah karena pengunjung sedikit. "Paling ya untung-untung balik modal sekitar sejutaan lah," ungkap wanita yang telah berjualan di Sunmor UGM sejak 1992 itu kepada brilio.net, Minggu (21/1).

Menurut Bu Gino, omzetnya sebenarnya lebih besar ketika dulu Sunmor masih berada di Jalan Notonagoro. Saat itu, omzetnya mencapai Rp 5 juta sehari.

omset sunmor ugm  © 2018 berbagai sumber

Penjual hijab di Sunmor UGM/foto: brilio.net/rizki mandasari

Selain makanan untuk sarapan, ada juga yang menjajakan pakaian baik untuk cewek maupun cowok. Peluang usaha jualan pakaian di Sunmor ternyata cukup lumayan jika dibandingkan buka toko di mal.

Tika, penjual pakaian wanita dan hijab, mengaku baru dua kali berdagang di Sunmor UGM. Sebelumnya, ia berjualan di mal. "Kalau cuaca cerah, omzet bisa Rp 1 jutaan sehari. Dulu saat di mal, Rp 1 juta hingga Rp 3 juta sehari," urai gadis 20 tahun itu.

omset sunmor ugm  © 2018 berbagai sumber

Penjual jajanan di Sunmor UGM/foto: brilio.net/rizki mandasari

Berbeda dengan pakaian yang kerap menjadi incaran para mahasiswi. Jajanan kekinian pun juga menjadi incaran semua orang. Ada sosis bakar, telur gulung, takoyaki dan masih banyak lagi.

Penjual telur gulung dan sosis bakar, Bu Ari, mengaku sudah setahunan memilih meraup untung di pasar kaget seperti Sunmor UGM. Dalam sehari, wanita 35 tahun ini mengaku bisa mendapatkan Rp 600.000-an. "Tapi kalau hujan cuma sekitar Rp 200.000-an," tukas pedagang yang juga berjualan di Pasar Malam dan Sekaten itu.

omset sunmor ugm  © 2018 berbagai sumber

Sunmor UGM/foto: brilio.net/rizki mandasari

Bagi kamu yang sedang liburan di Jogja, nggak ada salahnya datang ke tempat ini di hari Minggu. Ada kaus khas Jogja, pakaian dalam, seprei dan tirai, celana pendek, hijab, tas, sepatu, perabotan kos dengan harga yang variatif yang sesuai dengan kantong mahasiswa.

Dan satu lagi! Kalau kamu beruntung, kadang-kadang ada komunitas paduan suara ataupun sekelompok orang sedang mengadakan pertunjukan.

Tips nih buat kamu yang ingin datang ke pasar kaget. Kalau bisa datang di pagi hari sekaligus olahraga di Graha Sabha Pramana (GSP), setelah itu sarapan di Sunmor UGM. Kalau nggak pengen olahraga, kamu bisa gunakan pakaian yang santai dan sandal karena ramainya pengunjung bikin mudah gerah. Selain itu, bawa barang seperlunya saja dengan tas kecil agar mudah dibawa.