Brilio.net - Untuk menggairahkan perekonomian daerah, Banyuwangi meningkatkan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Beda dan Cukai dari yang awalnya bertipe pratama menjadi tipe Madya Pabean C pada Januari kemarin. Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Heru Pambudi mengatakan bahwa peningkatan pelayanan ini untuk mendorong perekonomian daerah Banyuwangi.

"Kami sedang mendorong perekonomian di daerah dengan mengubah layanan bea dan cukai. Yang awalnya hanya berfungsi sebagai koleteral (pengumpul) bea dan cukai. Saat ini, paradigmanya kami ubah untuk membuat program yang memberikan pelayanan pada peningkatan perekonomian daerah," ungkap Heru, seperti dilansir Brilio.net dari Merdeka, Jumat (26/7).

Peningkatan pelayanan ini juga dibarengi dengan program-program untuk memberi insentif bagi pengusaha Banyuwangi. Heru menambahkan bahwa intensif fiskal ini berupa kebebasan untuk mengimpor bahan baku industri agar menekan biaya produksi.

"Untuk bisa mendapat insentif fiskal, tinggal melakukan registrasi dan permohonan izin di Kantor Bea Cukai Banyuwangi," jelasnya.

Abdullah Azwar Anas, Bupati Banyuwangi mempunyai harapan besar agar peningkatan pelayanan ini mampu mendorong pencatatan nilai ekspor di Banyuwangi. Menurutnya, selama ini produk Banyuwangi malah tercatat di luar daerah seperti Bali dan Jakarta sehingga tidak memberikan kontribusi ke ekonomi daerah.

"Banyak barang-barang ekspor dari Banyuwangi yang justru tercatat di Bali, Surabaya dan Jakarta. Hal ini akhirnya tidak menggambarkan pertumbuhan ekonomi daerah. Sehingga daerah kurang mendapatkan manfaat dari hal tersebut," jelas Anas.

Anas juga menjelaskan bahwa potensi ekspor Banyuwangi terlihat cerah dengan adanya galangan kapal dari PT Lundin, pengalengan ikan tuna, dan akan dibangunnya pabrik kereta api dari PT INKA. Selain itu, potensi UMKM juga sangat besar karena selama ini harus diekspor lewat Bali terlebih dahulu.

"Dengan adanya pelabuhan dan juga penerbangan internasional di Banyuwangi, tentu bukan hal sulit untuk meningkatkan ekspor dari Banyuwangi," tutupnya.

 

(brl/tin)