Brilio.net - Kesadaran bersepeda masyarakat saat ini kian meningkat. Terbukti dari banyaknya pengendara sepeda, baik di kota maupun pedesaan.

Meskipun sepeda belum bisa dijadikan moda utama di kota besar, namun alat ini bisa jadi alternatif terbaik. Terutama untuk menghindari kemacetan lalu lintas.

Sepeda terdiri dari bermacam-macam jenis sesuai dengan kegunaan. Mulai dari fixie, city bike, sepeda lipat, touring bike dan commuter bike, MTB (Mountain Bike) atau sepeda gunung, sepeda balap ringan dan cepat, sepeda tandem, hingga BMX.

Satu lagi jenis sepeda yang nggak kalah menarik untuk diulas, yaitu sepeda listrik. Sepeda yang satu ini dirancang modern dan kekinian, cocok dipakai semua usia. Punya dudukan empuk, bisa kayuh dan dinaiki seperti sepeda motor. Sepeda ini nyaman dikendarai di trek halus. Sepeda listrik bisa dikendarai tanpa bahan bakar.

sepeda listrik Selis EOI selis.co.id

Loading...

foto: selis.co.id

Salah satu sepeda listrik yang cukup dikenal adalah Selis. Beragam produk Selis telah tersebar di seluruh Nusantara, salah satunya jenis EOI.

Selis EOI mengusung konsep kendaraan masa depan dengan harga ekonomis dan hemat. Bisa dijangkau semua kalangan.

Kamu bisa mendapatkan sepeda listrik Selis EOI dengan kisaran harga Rp 4,5 juta.

Berikut spesifikasi lengkap dari sepeda listrik Selis EOI, seperti dirangkum brilio.net dari selis.co.id pada Rabu (24/6).

sepeda listrik Selis EOI selis.co.id

foto: selis.co.id

- Performance

1. Max. Speed : 20 km/h

2. Max. Distance : 15 km

3. Max. Load : 100 kg

- Dimensions

1. Overall Size ( cm ) : 149 x 62 x 108 cm

2. seat height : 80-92

- Electrical Parts

1. Electric motor : brushless motor dc 36 volt 180 watt, gear less direct motor with hall sensor. Low maintenance

2. Battery : 36 volts 5,2 ah

3. Controller : brushless motor dc controller with max current 12 A

4. Charger : Lithium charger for 36 volts , with 2A output

5. Charging duration : 3 hours maximum

sepeda listrik Selis EOI selis.co.id

foto: selis.co.id

- Mechanical Parts

1. Frame : 20" city bike alloy frame

2. Front fork : rigid

3. Handle bar : metal pipe built in basket

4. Stem : built in handle bar

5. Brake : rear & front band brake

6. Whell : alloy wheel

7. Tire : 20 x 1,50 foam tube tire rear & front

8. Spoke : steel spokes

9. Hub : alloy hub with bearing

10. Pedal : wellgo pedals

11. Chain : kmc chain

12. Chain whell : 46 T ,16 T Free wheel .

13. Saddle : selis synthetic leather

14. Seat Post : alloy pipe ,25,4 mm diameter.

- Feature

1. Lighting : led head light

2. Horn : ting ting bell

3. Display : led battery indicator ,built in speed grip with ignition key

4. others : pedal assist, airless tire , anti leak tire

sepeda listrik Selis EOI selis.co.id

foto: selis.co.id

Sepeda listrik dirangkai dari kombinasi sebuah motor dan baterai. Penggunaan baterainya bisa di-recharge. Kelebihan lainnya, sepeda ini bisa membantu pemula belajar naik kendaraan bermotor.

Sepeda ini sangat efektif digunakan sehari-hari. Tak hanya jalan lurus saja, sepeda ini juga piawai melibas trek naik dan tanjakan. Sepeda ini bisa menempuh setidaknya 40-50 km.

Bisa dipakai hingga dua hari secara terus menerus. Saat kamu lelah mengayuh, kamu bisa mengganti program jadi tenaga listrik.

Biaya perawatan sepeda listrik tidaklah mahal, tidak sebesar sepeda motor. Juga yang tak kalah pentingnya, sepeda jenis ini tidak dikenai kewajiban surat izin kepemilikan.

Kekurangan sepeda listrik

Sayangnya sepeda listrik punya beberapa kekurangan. Karena sepeda ini menggunakan aki untuk bahan bakar, pada umumnya usia aki bisa bertahan hingga 2 tahun. Setelah aki habis, tidak bisa di-recharge lagi, jadi perlu diganti dengan yang baru. Harga aki ini cukup menguras kantong, berkisar Rp 750 ribu hingga Rp 2 juta.

Waktu yang dibutuhkan untuk recharge tergantung dari kualitas sepeda. Biasanya akan memakan waktu maksimal 8 jam. Tapi untuk sepeda Selis EOI ini hanya perlu waktu 3 jam saja.

Kendati begitu, kamu harus waspada dan lebih perhatian lagi terkait waktu baterai. Agar kamu tidak terjebak di tengah jalan saat baterai sudah habis.

Beban tunggangan atau pengendara dianjurkan maksimal 125 kg. Sangat disarankan tidak membawa barang bawaan terlalu berat. Walaupun bisa dikayuh saat listrik habis, tapi akan terasa lebih berat jika mengayuhnya di jalan tanjakan.