Brilio.net - Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor yang cukup terpukul akibat pandemi Covid-19. Tak seperti krisis 1998 dan 2008, di mana UMKM cukup tahan banting, kini nasib usaha kecil justru terpuruk. Tak sedikit yang akhirnya gulung tikar.

Salah satu penyebab ketidaksiapan UMKM menghadapi perubahan drastis yang menyebabkan krisis ekonomi, karena sebagian usaha kecil masih menjalankan pola bisnis konvensional dan belum mampu beradaptasi dengan perkembangan digital.

Padahal saat ini, banyak aplikasi atau platform digital yang bisa dimanfaatkan UMKM untuk menjalankan bisnis. Malah tidak sedikit aplikasi digital yang mendapatkan dukungan pemerintah untuk membantu mempercepat pemulihan ekonomi nasional, salah satunya CrediBook.

Credibook © 2021 brilio.net

Aplikasi yang mampu menarik lebih dari 500 ribu pengguna di berbagai wilayah di Indonesia ini fokus kepada para pelaku UMKM agar mereka dapat mengelola keuangan usahanya secara modern dan profesional.

Loading...

Sukses dengan pertumbuhan bisnis yang semakin ekspansif, CrediBook dinobatkan sebagai juara pertama Pahlawan Digital UMKM 2020 dari Kementerian Koperasi dan UMKM. Aplikasi ini kemudian menjadi mitra strategis pemerintah untuk digitalisasi UMKM Indonesia.

“Dengan misi menjadikan UMKM Indonesia melek digital, sejak awal tahun 2020 kami merintis aplikasi CrediBook agar dapat menjadi solusi cerdas dalam mendorong perekonomian nasional,” ujar CEO CrediBook Gabriel Frans.

Credibook © 2021 brilio.net

Lewat berbagai fitur yang tersedia, CrediBook mampu menghubungkan para pelanggan, pelaku UMKM, pemasok, dan wholesaler, melalui satu aplikasi pencatatan keuangan. Inovasi yang dihadirkan aplikasi ini sebagai bukti nyata khususnya dalam membantu usaha kecil yang kini semakin rentan terdampak pandemi.

“Penghargaan disertai kemitraan dengan Kementerian Koperasi dan UKM merupakan sebuah pencapaian sekaligus momentum bagi CrediBook dalam memperluas jangkauan serta mengedukasi masyarakat akan solusi digital dari kami,” lanjut Gabriel.  

Apalagi, CrediBook baru saja menerima pendanaan pra-seri A dari Wavemaker Partners, Alpha JWC Ventures, dan Insignia Ventures Partners. Pendanaan tersebut merupakan langkah besar dalam mengembangkan aplikasi CrediBook. 

Credibook © 2021 brilio.net

Selain memiliki fungsi utama sebagai pencatatan keuangan usaha, CrediBook turut dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti pengiriman pesan tagihan, pembayaran tagihan atau transaksi keuangan di dalam aplikasi, hingga pengajuan pinjaman modal usaha.

Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM, Fiki Satari, mengakui inovasi digital CrediBook dapat berkontribusi terhadap percepatan digitalisasi UMKM secara sistemik. Menurutnya, struktur populasi usaha di Indonesia didominasi usaha mikro yang sebagian besar masih bekerja secara konvensional. Mereka masih sangat manual termasuk dalam hal pencatatan keuangan.

Melalui CrediBook, para pelaku UMKM dari sektor mana pun dengan mudah mengelola keuangan lewat satu aplikasi, bahkan dapat membentuk sebuah ekosistem usaha berbasis digital. “Sudah menjadi salah satu fokus KemenkopUKM untuk dapat membawa sektor UMKM melek digital alias transformasi digital secara menyeluruh,” ujar Fiki.

Di tengah situasi sulit seperti sekarang, kolaborasi dengan berbagai pihak sangat penting dalam menghadirkan solusi-solusi cerdas demi kemajuan UMKM nasional yang menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia.